JATIMTIMES - KONI Kota Malang memasang target tinggi untuk perolehan medali emas pada Porprov 2027 mendatang. Pada event yang akan diselenggarakan di Kota Surabaya ini, KONI menargetkan perolehan 222 medali emas.
Sekretaris Umum KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto, menyatakan bahwa target tersebut memang sedang dipasang sebagai pemantik semangat. Angka itu bukan tanpa perhitungan.
Baca Juga : Tips Lip Care agar Bibir Tak Kering dan Kusam: Wajib Pakai Lip Serum Malam Hari dan Lip SPF Pagi Hari
“Porprov 2027 yang di Surabaya karena bagaimanapun target kita kan cukup luar biasa, kita menargetkan 222 medali emas, dalam artian setidaknya kan angka 200 itu akan kita lewati di Porprov 2027. Seperti kemarin kita ingin melewati angka 100, kita menargetkan 174 akhirnya didapat 139, kan 90 persen kan lumayan,” ujarnya.
Jika melihat rekam jejak, optimisme itu bukan sekadar retorika. Sepanjang Porprov I hingga IX, Kota Malang disebut menjadi satu dari dua daerah yang konsisten mencetak lebih dari 100 medali emas. Capaian tersebut menempatkan Kota Malang tepat di bawah Surabaya dalam peta kekuatan olahraga Jawa Timur.
“Menurut kami suatu luar biasa dari mana dari hasil itu bahwa Kota Malang sudah menjadi kota kedua setelah Surabaya selama Porprov 1 sampai 9 dalam memperoleh medali emas di atas 100. Itu baru dicapai Kota Surabaya dan Malang angka di atas 100 medali itu selama Porprov 1 sampai 9,” tegasnya.
Data itu menjadi fondasi kepercayaan diri. Meski sempat terkoreksi tiga emas yang tidak diakui, capaian 139 emas, 127 perak, dan 118 perunggu tetap menunjukkan konsistensi yang sulit disamai daerah lain.
Di internal organisasi, angka 2-2-2 kini mulai digaungkan sebagai simbol semangat baru. Mudah diingat, kuat secara psikologis, dan menjadi penanda bahwa Kota Malang tak ingin sekadar ikut meramaikan, melainkan benar-benar bersaing di papan atas.
“Sehingga di Porprov 10 nanti kami KONI Kota Malang menargetkan angka 2-2-2 supaya kita mudah ingat dan semangat mengejar angka itu. Ya setidaknya kan akan kita lewati di angka 200 itu,” imbuh Joko.
Di balik target ambisius itu, langkah konkret mulai dijalankan. Baru-baru ini, jajaran pengurus KONI Kota Malang menggelar rapat koordinasi untuk membagi tugas monitoring dan evaluasi ke setiap cabang olahraga. Pendekatan pengawasan dilakukan sejak fase latihan awal.
“Ini kita sudah hari ini kita melakukan rapat koordinasi pengurus KONI untuk sosialisasi pembagian monev. Jadi kita semua pengurus dikasih tugas untuk mulai monev di saat cabor-cabor itu sudah mulai latihan. Sebelum nanti Juli kita punya progres untuk Pra Puslatkot,” jelasnya.
Baca Juga : 192 Lulusan FIP Unikama Resmi Dikukuhkan, Siap Menjadi Pendidik Tangguh dan Visioner
Pra Puslatkot menjadi tahap krusial sebelum pembentukan Puslatkot resmi. Di fase inilah atlet dan pelatih disaring secara ketat berdasarkan kesiapan, performa, serta kelayakan kompetitif.
“Pra Puslatkot itu adalah mempersiapkan atlet-atlet yang akan kita masukkan kita ikutkan di Puslatkot. Dan Pra Puslatkot di tahun ini tahun depan karena ada Porprov, kita tahun depan sebelum Porprov otomatis ada Puslatkot. Sebelum Puslatkot kita melakukan Pra Puslatkot di situ nanti kita akan seleksi atlet-atlet yang layak untuk kita bawa ke Porprov atau kita siapkan untuk Puslatkot baik atlet maupun pelatihnya juga,” paparnya.
Standar pun diperketat. Pelatih diwajibkan memiliki sertifikasi, sementara atlet harus lolos seleksi di masing-masing cabang olahraga sebelum masuk Pra Puslatkot.
“Jadi Pra Puslatkot itu pelatih pun harus sudah punya sertifikasi, atlet pun harus sudah yang menjadi istilahnya seleksi dari cabor untuk dipersiapkan di Pra Puslatkot,” tandasnya.
Target 222 emas kini bukan lagi sekadar wacana. Dengan sistem pembinaan berjenjang, monitoring terstruktur, dan semangat kolektif yang terus dibangun, Kota Malang seolah sedang menyiapkan panggung untuk lompatan besar di Porprov 2027. Jika angka itu benar-benar terlampaui, bukan hanya sejarah yang tercipta, tetapi juga pengukuhan posisi Kota Malang sebagai kekuatan utama olahraga Jawa Timur.
