Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Momentum HUT RI ke-81, Eks Napiter Syahrul Munif Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan dan Jaga NKRI

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Dede Nana

17 - Aug - 2026, 14:53

Placeholder
Eks Narapidana Terorisme Syahrul Munif saat ditemui usai mengikuti kegiatan upacara peringatan HUT RI ke-81 di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (17/8/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Di momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-81, eks atau mantan narapidana terorisme (napiter) Syahrul Munif mengajak generasi muda untuk merawat kesatuan, persatuan dan bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Syahrul mengaku telah mengikuti rangkaian upacara peringatan HUT RI dalam kurun waktu lima tahun terakhir, usai bebas dari penjara untuk menjalani masa tahanan sebagai napiter. Menurutnya, upacara peringatan HUT RI bukanlah agenda seremonial tahunan belaka, melainkan kesempatan bagi setiap warga negara untuk memperbaiki diri dan mengisinya dengan berbagai kegiatan positif.

Baca Juga : HUT ke-81 RI Jadi Momentum Unisma Meneguhkan Kemandirian dan Target Internasionalisasi

"Merdeka harus kita syukuri karena ini merupakan tempat kita melakukan semua aktivitas kebaikan-kebaikan, amal saleh. Kesalahan masa lalu harus saya ambil hikmahnya untuk memperbaiki kemerdekaan ke depan," ungkal Syahrul kepada JatimTIMES.com, Senin (17/8/2026).

Pihaknya menilai menjaga keutuhan Indonesia menjadi tanggung jawab bersama. Terlebih lagi, dinamika global yang semakin kompleks dapat memunculkan berbagai konflik apabila persatuan dan toleransi tidak terus dirawat.

"Kita harus menjaga NKRI ini, karena persaingan dunia internasional keras. Banyak negara mengalami konflik antar suku maupun antar bangsa. Saya berharap Indonesia tidak seperti itu," tutur Syahrul. 

Dalam upacara peringatan HUT RI ke-81 kali ini, Syahrul hadir bersama sekitar enam eks napiter lainnya dari Kabupaten Malang. Kehadiran mereka dalam momentum kebangsaan tersebut menjadi bagian dari proses reintegrasi sekaligus upaya memperkuat kembali ikatan kebangsaan.

Syahrul juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia mengingatkan pentingnya mempelajari sejarah Indonesia agar generasi penerus tidak kehilangan pijakan dalam memahami identitas bangsanya.

Menurutnya, pengalaman masa lalu yang ia jalani menunjukkan bahwa minimnya pemahaman terhadap sejarah Indonesia dapat membuat seseorang mencari figur maupun identitas kepahlawanan dari lingkungan lain atau bahkan negara lain. 

"Kita harus banyak belajar tentang sejarah Indonesia. Saya dulu salah karena tidak belajar bagaimana bangsa Indonesia, identitas, dan kebesaran-kebesaran Nusantara. Sehingga mencari identitas yang heroik dari negara lain. Padahal negara kita punya sejarah yang gemilang," jelas Syahrul. 

Baca Juga : HUT RI ke-81, 81 Penyelam Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pasir Putih Situbondo

Sementara itu, Syahrul mengaku pernah terlibat dalam konflik di Suriah pada tahun 2014. Lalu ia ditangkap di Indonesia pada tahun 2017 dan menjalani masa penahanan hingga akhirnya pada tahun 2019 lalu Syahrul telah bebas dari penjara. 

"Saya dulu ikut perang di Suriah tahun 2014 lalu ditangkap di Indonesia tahun 2017. Kemudian saya dituntut lima tahun dan vonis tiga tahun," kata Syahrul. 

Menurutnya, pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dari pesan yang ia sampaikan kepada masyarakat. Syahrul mendorong generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat menjauhkan diri mereka dari nilai-nilai kebangsaan.

Ia berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, pemahaman sejarah, sikap toleransi, serta komitmen menjaga persatuan.

Bagi Syahrul, Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan gemilang. Karena itu, kecintaan terhadap tanah air harus dibangun dari pemahaman yang benar mengenai identitas bangsa, bukan dengan mencari jati diri dari konflik maupun ideologi yang bertentangan dengan kepentingan keutuhan NKRI.


Topik

Peristiwa hut ri napiter syahrul munif



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Dede Nana