Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

NTT Sering Diguncang Gempa Besar, Ternyata Ini Penyebab dan Sejarahnya

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

16 - Aug - 2026, 10:07

Placeholder
Dampak gempa di NTT Sabtu (15/8/2026). (Foto X @indepenSumatera)

JATIMTIMES - Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diguncang gempa bumi kuat pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,0 tersebut menambah panjang catatan gempa besar yang pernah terjadi di wilayah NTT.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB. Episenter berada di 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga : Gempa Susulan M 5,2 Guncang Manggarai NTT Minggu Pagi, BMKG Sebut Aktivitas Masih Berlanjut

Gempa tersebut sempat memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah. Peringatan tsunami kemudian dicabut setelah BMKG melakukan pemantauan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan bahwa NTT merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki aktivitas kegempaan cukup tinggi.

Lantas, mengapa NTT rawan gempa besar? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari berbagai sumber.

NTT Berada di Kawasan Pertemuan Lempeng

NTT merupakan bagian dari Kepulauan Sunda Kecil bersama Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Wilayah ini berada di kawasan tektonik yang kompleks karena menjadi bagian dari zona pertemuan lempeng.

Salah satu faktor utama tingginya aktivitas gempa adalah pergerakan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah sistem lempeng Eurasia.

Proses penunjaman atau subduksi tersebut menyebabkan energi tektonik dapat terakumulasi. Ketika energi tersebut dilepaskan secara tiba-tiba, terjadilah gempa bumi. Namun, sumber gempa di NTT tidak hanya berasal dari zona subduksi.

Ada Flores Back-Arc Thrust di Utara NTT

Salah satu sumber kegempaan penting di kawasan NTT adalah Flores Back-Arc Thrust (FBT).

FBT merupakan sistem sesar naik yang berada di kawasan utara Flores dan Laut Flores. Struktur ini terbentuk berkaitan dengan proses tektonik dan menjadi salah satu sumber gempa dangkal di wilayah tersebut.

Gempa yang bersumber dari struktur ini dapat memiliki kekuatan besar dan dirasakan kuat di Flores maupun wilayah sekitarnya.

Selain Flores Back-Arc Thrust, NTT juga memiliki sejumlah sesar aktif di daratan serta zona outer rise di selatan.

Artinya, gempa bumi di NTT tidak berasal dari satu garis patahan saja. Ada beberapa sumber kegempaan yang dapat menyimpan dan kemudian melepaskan energi dalam bentuk gempa.

Mengapa Gempa NTT Bisa Memicu Tsunami?

Posisi NTT yang terdiri dari banyak pulau dan dikelilingi laut membuat gempa kuat di kawasan tertentu juga berpotensi memicu tsunami.

Gempa bawah laut dapat menghasilkan tsunami apabila menyebabkan perubahan atau perpindahan dasar laut dalam kondisi tertentu. Karena itu, gempa dengan pusat di laut dan kekuatan besar perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

Sejarah mencatat sejumlah gempa besar di NTT pernah disusul tsunami. Salah satu yang paling dahsyat terjadi saat gempa Flores pada 1992.

Sejarah Gempa Dahsyat di NTT

Berdasarkan Katalog Gempabumi Signifikan & Merusak Tahun 1821-2023 yang diterbitkan Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, NTT memiliki catatan sejumlah gempa besar.

Berikut beberapa di antaranya:

1. Gempa Flores 1992 - M7,5

Gempa Flores pada 12 Desember 1992 menjadi salah satu gempa paling dahsyat dalam sejarah NTT.

Gempa berkekuatan M7,5 tersebut memicu tsunami yang menerjang sejumlah wilayah pesisir Flores.

Katalog BMKG mencatat sekitar 2.500 orang meninggal dunia atau hilang dan lebih dari 500 orang mengalami luka-luka.

Kerusakan bangunan juga sangat parah. Sekitar 90 persen bangunan di Maumere dilaporkan hancur.

Tsunami bahkan masuk hingga sekitar 300 meter ke daratan dan mencapai ketinggian sekitar 26 meter di Kalaotoa.

2. Gempa Alor 2004 - M7,5

Pada 12 November 2004, gempa berkekuatan M7,5 mengguncang wilayah sekitar Kalabahi, Alor.

Gempa tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 kilometer dan memicu tsunami dengan ketinggian sekitar 2 meter yang teramati di Alor dan Dili.

Peristiwa tersebut menyebabkan 31 orang meninggal dunia dan sekitar 400 orang mengalami luka-luka. Ratusan rumah dan sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan.

3. Gempa Flores 2021 - M7,5

Gempa kuat kembali mengguncang wilayah Flores pada 14 Desember 2021.

Gempa M7,5 tersebut berpusat di laut sekitar 112 kilometer barat laut Larantuka. BMKG mencatat tsunami dengan ketinggian sekitar 0,07 meter.

Meskipun tsunami yang tercatat relatif kecil, dampak gempa cukup besar. Sebanyak 5.064 warga mengungsi dan 736 rumah mengalami kerusakan.

4. Gempa Sumba Barat 2016 - M6,6

Pada 12 Februari 2016, Sumba Barat diguncang gempa berkekuatan M6,6 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Gempa tersebut tidak memicu tsunami. Namun, sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Data BMKG mencatat dua fasilitas umum mengalami kerusakan sedang. Selain itu, tujuh sekolah dan 10 rumah mengalami kerusakan ringan.

5. Gempa Alor Timur 1989 - M6,4

Alor Timur juga pernah diguncang gempa kuat pada 15 Juli 1989.

Gempa tersebut berkekuatan M6,4 dan menjadi salah satu catatan aktivitas gempa signifikan di kawasan Alor.

Daftar Gempa Besar yang Pernah Mengguncang NTT

Berdasarkan katalog BMKG, berikut sejumlah gempa berkekuatan di atas M6 yang tercatat mengguncang wilayah NTT:

1. Gempa Flores 2021

Tanggal: 14 Desember 2021

Wilayah: Flores, NTT

Magnitudo: M7,5

Kedalaman: 12 kilometer

Tsunami: Ya

Dampak: 5.064 warga mengungsi dan 736 rumah mengalami kerusakan. Tsunami tercatat setinggi 0,07 meter.

2. Gempa Alor 2004

Tanggal: 12 November 2004

Wilayah: Kalabahi, Alor

Magnitudo: M7,5

Kedalaman: 10 kilometer

Tsunami: Ya

Dampak: 31 orang meninggal dunia, sekitar 400 orang luka-luka, serta sekitar 500 rumah dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

3. Gempa Flores 1992

Tanggal: 12 Desember 1992

Wilayah: Flores, NTT

Magnitudo: M7,5

Kedalaman: 28 kilometer

Tsunami: Ya

Dampak: Sekitar 2.500 orang meninggal dunia atau hilang, lebih dari 500 orang luka-luka, dan sekitar 90 persen bangunan di Maumere hancur.

4. Gempa Sumba Barat 2016

Tanggal: 12 Februari 2016

Wilayah: Sumba Barat

Magnitudo: M6,6

Kedalaman: 10 kilometer

Tsunami: Tidak

Dampak: Dua fasilitas umum mengalami kerusakan sedang, sedangkan tujuh sekolah dan 10 rumah mengalami kerusakan ringan.

5. Gempa Alor Timur 1989

Tanggal: 15 Juli 1989

Wilayah: Alor Timur

Magnitudo: M6,4

Kedalaman: Data tidak tercantum dalam data yang digunakan

Tsunami: Data tidak tercantum.

Banyak Sumber Gempa Membuat NTT Perlu Waspada

Dari berbagai catatan tersebut, terlihat bahwa NTT memiliki sejumlah sumber kegempaan.

Mulai dari zona subduksi di selatan NTT, Flores Back-Arc Thrust di utara, sesar aktif di daratan hingga zona outer rise di selatan.

Baca Juga : Gempa pada Zaman Nabi, Pernahkah Bumi Berguncang pada Masa Rasulullah SAW?

Kondisi tektonik yang kompleks tersebut membuat NTT menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas gempa yang tinggi.

Gempa M7,0 yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 kembali menjadi pengingat penting bahwa masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa dan tsunami.

Meski aktivitas gempa dapat dipantau, waktu dan lokasi pasti terjadinya gempa belum dapat diprediksi secara tepat.

Karena itu, masyarakat terutama yang tinggal di wilayah pesisir perlu mengetahui jalur evakuasi dan lokasi aman. Ketika terjadi gempa kuat, informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah juga penting menjadi acuan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.


Topik

Peristiwa gempa bumi ntt bmkg gempa ntt gempa flores



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya