Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Lingkungan

350 Relawan Freeport Bersihkan Pantai Tanjung Kemukem Mengare Gresik, Hasilkan 1,6 Ton Sampah

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : Dede Nana

30 - Jun - 2026, 07:20

Placeholder
Proses bersih-bersih sampah di pesisir Pantai Tanjung Kemukem oleh 350 relawan dari unsur pemerintah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, hingga karyawan perusahaan bergotong royong membersihkan kawasan pesisir sepanjang sekitar 500 meter dan berhasil mengumpulkan sekitar 1,6 ton sampah, Senin 29 Juni 2026.

JATIMTIMES – Tumpukan sampah yang selama ini mencemari kawasan pesisir Pantai Tanjung Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Pulau Mengare, Gresik, menjadi sasaran Aksi Bersih Pantai yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI), Senin (29/6/2026).

Sebanyak 350 relawan yang terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, hingga karyawan perusahaan bergotong royong membersihkan kawasan pesisir sepanjang sekitar 500 meter dan berhasil mengumpulkan sekitar 1,6 ton sampah.

Baca Juga : Jadwal 32 Besar Piala Dunia 2026: Ada Brasil Vs Jepang, Main Mulai Dini Hari Tadi 

Senior Vice President GeoEngineering & Environmental PTFI, Ardhin Yuniar, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat.

"Melalui aksi ini kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan pesisir merupakan tanggung jawab semua pihak. Kolaborasi menjadi kunci agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Ardhin, Pantai Tanjung Kemukem dipilih karena memiliki fungsi ekologis penting sebagai habitat berbagai biota pesisir sekaligus bagian dari ekosistem mangrove yang berperan melindungi garis pantai. Namun, kawasan tersebut juga menjadi titik akumulasi sampah kiriman dari aliran sungai maupun aktivitas masyarakat sehingga membutuhkan penanganan secara rutin.

"Pantai Tanjung Kemukem memiliki nilai ekologis yang tinggi. Karena itu kawasan ini perlu dijaga bersama agar fungsi lingkungan dan ekosistemnya tetap terpelihara," katanya.

Tidak sekadar aksi bersih-bersih, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program Waste for Waste yang telah dijalankan PTFI di Desa Kramat. Program tersebut menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan memastikan sampah tidak berhenti sebagai limbah, melainkan diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

"Kami ingin memastikan kegiatan bersih pantai tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir," tegas Ardhin.

Seluruh sampah hasil aksi bersih pantai dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang. Sementara sampah organik diolah menjadi kompos melalui proses pencacahan dan pengomposan. Adapun sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali akan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

"Dengan sistem ini, setiap jenis sampah memperoleh penanganan yang tepat sehingga sebanyak mungkin dapat dimanfaatkan kembali dan hanya residu yang berakhir di TPA," jelasnya.

Sebagai penguatan program, PTFI juga menyerahkan bantuan pembangunan Bank Sampah Induk di desa-desa penerima manfaat. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah secara mandiri sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA dapat terus ditekan.

"Kehadiran Bank Sampah Induk diharapkan menjadi pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya nilai ekonomi dari sampah," ujarnya.

Program Waste for Waste sendiri telah berjalan hampir satu tahun dengan pendampingan mitra Wehasta. Selama periode tersebut, masyarakat didorong membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah agar tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

"Perubahan perilaku masyarakat menjadi tujuan utama program ini. Kami ingin sistem pengelolaan sampah dapat terus berjalan meskipun program pendampingan telah selesai," katanya.

Komitmen PTFI terhadap pelestarian lingkungan telah diwujudkan secara konsisten sejak 2023 melalui aksi bersih lingkungan di sembilan desa penerima manfaat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Ujung Sawo (2023), Sungai Sub DAS Kalimireng (2024), Dusun Nambi (2025), kembali di Sungai Sub DAS Kalimireng (2026), hingga Pantai Kemukem pada tahun ini.

"Kami akan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Gresik, pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengelolaan sampah berkelanjutan menjadi budaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir," pungkas Ardhin.

Baca Juga : Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Krakatau Posco Milik Siapa?

Sementara itu Kepala Desa Kramat, Taufiq, mengapresiasi PTFI yang telah memilih desanya sebagai lokasi aksi bersih pantai. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

"Kegiatan berbasis lingkungan ini sangat bagus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan ini," ujarnya.

Ia berharap komitmen PTFI dalam menjaga lingkungan terus berlanjut mengingat Desa Kramat, Watuagung, dan Tanjung Widoro merupakan wilayah yang berada di sekitar operasional smelter perusahaan.

Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, memberikan apresiasi atas komitmen PTFI dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

"Kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan ini kita memperkuat kolaborasi dan sinergi untuk mewujudkan Gresik yang lebih bersih dan lebih baik," katanya.

Sri Subaidah berharap, kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menegaskan, sampah yang terkumpul dalam aksi ini akan dikelola sesuai sistem yang telah disiapkan sehingga manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih semata.

"Yang paling penting dalam kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran setiap individu untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing," pungkasnya.

Terpisah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan sinergi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan dunia pendidikan menjadi kunci menghadapi krisis iklim. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, menurutnya, harus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Gus Yani juga mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE memiliki fasilitas pengolahan sampah terpadu (TPST) atau TPA mandiri. Menurutnya, sebagai kawasan industri strategis, JIIPE perlu didukung sistem pengelolaan sampah modern untuk mengurangi limbah sekaligus meringankan beban TPA Ngipi

"Masa depan iklim tidak ditentukan oleh apa yang kita rencanakan, tetapi oleh apa yang kita kerjakan mulai hari ini," ujarnya saat puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan Smelter PT Freeport Indonesia.

Ia menambahkan, sebagai daerah industri dan pesisir, Gresik harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Karena itu, aksi bersih pantai yang digelar bersama menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkunga

"Kami mengapresiasi PT Freeport Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik yang telah melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026," pungkasnya.


Topik

Lingkungan pt freeport indonesia bupati gresik bersih pantai



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

Dede Nana

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan