JATIMTIMES - Merawat kulit berjerawat atau acne-prone skin ternyata tidak cukup hanya mengandalkan produk skincare. Kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan mencegah munculnya jerawat.
Skincare expert, dr Yessica Tania yang akrab disapa dokter Zie, mengatakan banyak orang masih bingung menentukan rutinitas perawatan kulit yang tepat. Padahal, penggunaan produk maupun kebiasaan kebersihan memiliki frekuensi yang berbeda-beda dan harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing.
Baca Juga : 10 Jajanan Tradisional Indonesia dengan Rating Tertinggi Versi TasteAtlas, Batagor Paling Favorit
“Yang dipakai setiap hari, seminggu sekali, sampai sebulan sekali itu beda-beda. Jangan sampai over, tapi sesuaikan juga dengan keperluan dan ketahanan kulit masing-masing,” kata dokter Zie.
Menurut dokter Zie, penanganan jerawat tidak hanya berfokus pada skincare. Ada sejumlah kebiasaan kecil yang kerap terlupakan, padahal dapat memengaruhi kondisi kulit secara signifikan.
“Karena ngatasin jerawat bukan cuma soal skincare, tapi juga kebiasaan kecil yang sering kita lupain,” imbuh dokter Zie.
Untuk penggunaan harian, dokter Zie merekomendasikan produk yang berfungsi menjaga skin barrier sekaligus membantu mengontrol produksi minyak dan peradangan. Produk yang digunakan setiap hari, yakni gentle cleanser, serum niacinamide dengan kadar 2-10 persen, azelaic acid 5-10 persen, pelembap, serta sunscreen.
Selain itu, kebiasaan double cleansing pada malam hari juga penting dilakukan, terutama bagi mereka yang rutin menggunakan makeup atau sunscreen. Menjaga kebersihan handuk wajah dan sponge wajah juga dianjurkan dilakukan setiap hari agar tidak menjadi sarang bakteri penyebab jerawat.
“Everyday, gunakan gentle cleanser, niacinamide 2-10 persen, azelaic acid 5-10 persen, moisturizer, dan sunscreen. Jangan lupa double cleansing serta menjaga kebersihan handuk dan sponge wajah,” tambah dokter Zie.
Untuk perawatan mingguan, pemilik kulit berjerawat dapat menggunakan clay mask dan exfoliating pad untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori. Namun, frekuensinya tidak perlu berlebihan agar tidak memicu iritasi.
“Perawatan mingguan seperti clay mask dan exfoliating pad bisa dilakukan, tetapi jangan terlalu sering. Sesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing,” terang ibu satu anak ini.
Baca Juga : Mengapa Wajah Gen Z Terlihat Lebih Tua? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
Tak hanya itu. Kebersihan benda yang bersentuhan dengan wajah juga perlu diperhatikan. Dokter Zie menyarankan agar kuas makeup dan sarung bantal dicuci secara rutin setidaknya seminggu sekali.
Sementara untuk perawatan bulanan, home peeling, medical peeling, serta terapi LED blue dan red dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang. Dokter Zie juga mengingatkan pentingnya membersihkan layar ponsel serta mencuci bagian dalam helm atau topi secara berkala karena dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran dan bakteri.
“Sebulan sekali, jangan lupa membersihkan layar HP, mencuci liner helm atau topi, serta mempertimbangkan treatment seperti medical peeling dan LED blue atau red sesuai anjuran dokter,” ungkapnya.
Meski demikian, dokter Zie menekankan bahwa setiap orang memiliki tingkat sensitivitas kulit yang berbeda. Karena itu, rutinitas perawatan tidak perlu disamakan dengan orang lain dan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
“Jangan sampai over. Sesuaikan dengan kebutuhan dan ketahanan kulit masing-masing,” tutup dokter Zie.
