JATIMTIMES - Menjelang malam 1 Suro yang jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 atau dimulai sejak maghrib Selasa, 16 Juni 2026, sejumlah tradisi dan kepercayaan Jawa kembali menjadi perhatian. Salah satunya terkait weton tulang wangi yang dipercaya memiliki energi kuat dan lebih peka terhadap hal-hal di sekitarnya, termasuk secara spiritual.
Praktisi retrokognisi Kisah Tanah Jawa, Hari A. Kurniawan atau akrab disapa Om Hao, membagikan sejumlah anjuran bagi mereka yang memiliki weton tersebut menjelang malam sakral dalam penanggalan Jawa itu.
Baca Juga : Punya 17,5 Juta Pengguna, AstraPay Bidik Potensi Besar Ekonomi Digital Malang
Berikut rangkuman yang dihimpun dari kanal YouTube Mas Kur Channel, dikutip Senin (8/6/2026).
1. Kurangi Aktivitas Malam yang Tidak Penting
Om Hao mengingatkan agar pemilik weton tulang wangi lebih berhati-hati dalam beraktivitas di malam hari, terutama saat mendekati 1 Suro. Ia menyarankan agar waktu malam tidak diisi dengan kegiatan yang tidak terlalu penting, terlebih jika mengalami kesulitan tidur.
“Sebaiknya gunakan waktu itu buat aktivitas spiritual seperti sembahyang, tahajud, atau dzikir,” kata Om Hao.
Menurutnya, kondisi tubuh dan pikiran yang terlalu kosong di malam hari dipercaya bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan secara energi.
2. Isi Waktu dengan Aktivitas Positif
Daripada larut dalam kekhawatiran, Om Hao menyarankan agar tetap sibuk dengan kegiatan yang bermanfaat. Aktivitas seperti menjalankan hobi, berbincang dengan keluarga, atau melakukan pekerjaan produktif dinilai bisa membantu menjaga kestabilan pikiran.
Dengan aktivitas yang terarah, seseorang disebut lebih mudah menjaga fokus dan menghindari pikiran negatif yang berlebihan.
3. Batasi Perjalanan yang Tidak Perlu
Selain itu, Om Hao juga menyarankan agar masyarakat, khususnya pemilik weton tulang wangi, mengurangi perjalanan yang tidak mendesak menjelang malam 1 Suro.
Hal ini diyakini sebagai langkah untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan di waktu yang dianggap memiliki energi kuat dalam kepercayaan Jawa.
4. Laku Puasa Weton
Salah satu praktik spiritual yang juga disarankan adalah puasa weton, yakni puasa yang dilakukan berdasarkan hari kelahiran dalam kalender Jawa. Bentuknya dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.
Ada beberapa jenis puasa yang umum dikenal dalam tradisi ini, di antaranya:
Baca Juga : Arema FC Academy Buka Seleksi 2026, Talenta Muda Malang Punya Jalan Menuju Liga Profesional
• Mutih: hanya mengonsumsi makanan dan minuman berwarna putih seperti nasi putih dan air putih.
• Ngebleng: tidak makan dan minum selama 24 jam.
• Pati geni: tidak makan, minum, dan tidak tidur selama 36 jam.
Menurut Om Hao, praktik ini diyakini dapat membantu menjaga keseimbangan energi sekaligus menenangkan diri secara spiritual.
Daftar Weton Tulang Wangi
Dalam penjelasan yang disampaikan, terdapat sejumlah kombinasi weton yang masuk dalam kategori tulang wangi, masing-masing dengan karakter simbolik sebagai berikut:
• Senin Wage (12): Gedongan, rezeki besar
• Sabtu Legi (14): Loro, perlu melalui kesulitan sebelum sukses
• Minggu Kliwon (13): Gedongan, rezeki terbuka
• Rabu Kliwon (15): Pati, perjuangan besar dengan hasil baik
• Senin Pon (11): Sri, kehidupan baik dan langgeng
• Rabu Pahing (16): Sri, cenderung tenang dan berkah
• Sabtu Wage (13): Gedongan
• Selasa Legi (8): Gedongan
• Minggu Pon (12): Gedongan, rezeki lancar
• Kamis Wage (12): Gedongan
• Senin Pahing (13): Gedongan
Meski demikian, tradisi ini tetap menjadi bagian dari kepercayaan budaya yang hidup di masyarakat Jawa dan tidak semua orang meyakininya.
Om Hao menjelaskan bahwa hal yang paling penting saat menjelang 1 Suro adalah menjaga pikiran tetap aktif dan tidak kosong. Ia menyebut kondisi kosong dalam pikiran dapat menjadi celah secara spiritual.
“Yang penting jangan sampai kosong (pikirannya). Kosong itu yang kadang jadi pintu,” pinta Om Hao.
