Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Menuju Kota Masa Depan, Pemkot Blitar Mulai Susun Roadmap City Branding Baru

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

26 - May - 2026, 18:07

Placeholder
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Blitar Drs Tri Iman Prasetyono MSi memberikan sambutan sekaligus membuka Kick-Off Roadmap City Branding Kota Blitar di Ruang Sasana Praja Kantor Wali Kota Blitar, Selasa (26/5/2026). Pemkot Blitar mulai menyusun roadmap city branding sebagai penguatan identitas kota dan arah pembangunan jangka panjang menuju smart governance dan smart economy.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES — Pemerintah Kota Blitar resmi memulai penyusunan roadmap city branding sebagai langkah strategis memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya saing kota di tengah kompetisi antarwilayah yang semakin ketat. Kick-off penyusunan roadmap tersebut digelar di Ruang Sasana Praja Kantor Wali Kota Blitar, Selasa (26/5/2026), dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas masyarakat, akademisi, hingga tim ahli PT MarkPlus Indonesia yang mengikuti kegiatan secara virtual.

Program tersebut menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Kota Blitar menuju kota masa depan yang berkarakter, adaptif, dan kompetitif. Penyusunan city branding juga diselaraskan dengan visi pembangunan jangka panjang daerah hingga tahun 2045.

Baca Juga : Pemkot Blitar Terima Sapi Bantuan Presiden, Wali Kota Mas Ibin: Bentuk Perhatian Negara untuk Masyarakat

Kegiatan dimulai sejak pukul 13.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan acara, laporan penyelenggara oleh kepala Bapperinda Kota Blitar, sambutan penjabat sekretaris daerah Kota Blitar sekaligus pembukaan resmi kegiatan, pemaparan materi strategi city branding oleh tim MarkPlus, hingga sesi diskusi dan tanya jawab.

Perkuat Identitas Kota

Kepala Bapperinda Kota Blitar Widodo Saptono Johanes menjelaskan, penyusunan city branding dilakukan sebagai proses kolaboratif antarstakeholder untuk merumuskan arah pembangunan dan identitas Kota Blitar secara lebih terukur dan terintegrasi.

Menurut Widodo, city branding bukan sekadar proyek pembuatan logo atau slogan baru, melainkan proses menemukan nilai inti atau core value Kota Blitar yang nantinya menjadi ruh pembangunan daerah.

“City branding ini bertujuan mengidentifikasi core value dan keunikan Kota Blitar, menyusun roadmap jangka pendek, menengah, dan panjang, sekaligus membangun komitmen bersama seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat,” ujar Widodo dalam laporannya.

Ia menjelaskan, Bapperinda menjadi leading sector karena city branding harus selaras dengan arah pembangunan daerah, terutama RPJPD dan RPJMD Kota Blitar.

Widodo menilai Kota Blitar memiliki identitas historis dan budaya yang sangat kuat. Status sebagai Bumi Bung Karno, Kota Patria, hingga pusat budaya menjadi modal besar yang harus dikemas lebih modern dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kota Blitar memiliki potensi yang sangat besar. Tinggal bagaimana kita mengemasnya menjadi narasi kota yang kuat, modern, dan memiliki daya saing,” katanya.

Ia menambahkan, city branding juga penting untuk meningkatkan daya tarik investasi, pariwisata, perdagangan, hingga pengembangan sumber daya manusia dan talenta muda di Kota Blitar.

Selain itu, city branding diharapkan mampu menyelaraskan persepsi publik dengan target pembangunan pemerintah daerah sehingga seluruh sektor bergerak dalam arah yang sama.

Widodo menjelaskan, penyusunan roadmap city branding akan dilakukan secara maraton selama empat minggu. Tahap pertama dimulai dengan audit dan review dokumen kebijakan daerah, pemetaan stakeholder, serta pengumpulan data persepsi publik.

Pada minggu kedua, Bapperinda akan menggelar forum group discussion (FGD) lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media untuk merumuskan brand positioning Kota Blitar.

Selanjutnya pada minggu ketiga dilakukan penyusunan draft naskah akademis, roadmap strategis, panduan identitas visual atau brand guidelines, hingga draft regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwali).

Sedangkan minggu keempat difokuskan pada uji publik dan finalisasi legalitas dokumen city branding.

“Dalam empat minggu ini kami menargetkan tiga dokumen utama bisa selesai, yakni executive report dan roadmap strategis, panduan identitas visual, serta draft Perwali sebagai payung hukum,” jelasnya.

Widodo menegaskan, city branding harus menjadi gerakan bersama agar mampu menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

“Blitar bukan sekadar tempat di peta, melainkan sebuah cerita, semangat, dan kebanggaan yang harus kita gaungkan bersama,” tegasnya.

Widodo

Fondasi Pembangunan 20 Tahun

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Blitar Tri Iman Prasetyono menilai penyusunan roadmap city branding merupakan mandat strategis yang akan menjadi fondasi arah pembangunan Kota Blitar dalam jangka panjang.

Menurutnya, RPJPD Kota Blitar yang baru hingga tahun 2045 membutuhkan penguatan identitas kota agar pembangunan berjalan lebih terarah dan konsisten.

Baca Juga : Kebut Raperda Perlindungan Obat Berbahan Alam, DPRD Jatim Dorong Penguatan Industri Lokal

“RPJPD Kota Blitar ini baru sampai 2045. RPJMD pertama ini adalah pondasi untuk mencapai 20 tahun ke depan. Karena itu kita membutuhkan city branding sebagai penguatan arah pembangunan,” ujar Tri Iman usai kegiatan.

Ia menjelaskan, city branding yang disusun saat ini bukan berarti mengganti identitas lama Kota Blitar, melainkan memperkuat dan menegaskan potensi yang sudah dimiliki daerah.

“Mungkin city branding sebelumnya sudah ada, tetapi sekarang ini proses penguatannya. Bisa jadi ada potensi baru yang perlu diangkat sesuai perubahan zaman dan cita-cita pembangunan ke depan,” katanya.

Tri Iman memperkirakan proses penyusunan roadmap membutuhkan waktu sekitar satu bulan, sebelum kemudian dibahas dan disepakati bersama Pemerintah Kota Blitar. Setelah itu, dokumen city branding diperkirakan siap diluncurkan dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

Ia menegaskan, city branding nantinya akan menjadi pedoman bersama bagi pemerintah daerah maupun masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Blitar.

“Dengan adanya city branding ini, seluruh pemerintah daerah dan masyarakat nanti bergerak bersama dalam satu arah yang sama. Yang kuat kita perkuat, yang lemah kita angkat agar ikut berkembang,” ujarnya.

Menurut Tri Iman, city branding akan menjadi instrumen penting untuk mengemudikan proses pembangunan Kota Blitar selama lima tahun ke depan sekaligus menjadi pondasi pembangunan jangka panjang.

“Ini menjadi driven atau pengemudi pembangunan Kota Blitar lima tahun ke depan dan pondasi untuk 20 tahun mendatang,” tegasnya.

Hilangkan Ego Sektoral

Dalam sambutannya, Tri Iman juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh OPD dalam penyusunan city branding. Ia meminta seluruh perangkat daerah meninggalkan ego sektoral dan bergerak dalam satu konsep besar pembangunan kota.

“Tantangan terbesar kita ada pada waktu. Kita hanya memiliki waktu empat minggu untuk merampungkan dokumen ini secara maraton,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh OPD segera menunjuk PIC teknis dan menyerahkan data sektoral yang dibutuhkan Bapperinda pada minggu pertama penyusunan roadmap.

“Seluruh kepala OPD harus mendukung suplai data kilat. Data sekunder, dokumen evaluasi, dan potensi sektor harus segera diserahkan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan city branding bukan hanya milik Bapperinda atau sektor pariwisata semata. Seluruh sektor mulai hukum, pengawasan, perhubungan, hingga UMKM harus terintegrasi dalam satu narasi pembangunan kota.

“City branding ini bukan hanya urusan membuat slogan atau logo. Ini adalah komitmen bersama untuk menyatukan gerak langkah dan mengomunikasikan seluruh potensi Kota Blitar kepada dunia luar dengan narasi yang kuat dan konsisten,” tandasnya.

Di akhir sambutannya, Tri Iman berharap penyusunan roadmap city branding dapat menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan Kota Blitar sebagai kota berkarakter dengan penguatan smart governance dan smart economy.

“Semoga kerja keras kita hari ini menjadi fondasi kuat bagi kemajuan Kota Blitar di masa depan,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan Kota Blitar city branding branding baru Pemkot Blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy