JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas pada Senin (4/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Anusapati, Kabupaten Malang tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar.
Atas nama Pemkab Malang, Sekda Budiar turut mengapresiasi kepada seluruh narasumber maupun peserta sosialisasi yang terlibat dalam kegiatan yang mengusung tema: Kelembagaan Dapur Sehat Atasi Stunting. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya mengurangi angka stunting di Kabupaten Malang.
''Stunting saat ini di angka 6,52 persen. Mudah-mudahan dari forum strategis ini, kita dapat menyamakan persepsi dan menyelaraskan pemahaman atas penyelenggaraan DASHAT untuk mewujudkan keluarga berkualitas di Kabupaten Malang," ujarnya.
Budiar menyebut, stunting bukan sekadar masalah fisik, melainkan juga kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi yang berulang. Terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Pemkab Malang akan terus mendukung penurunan angka stunting dengan berbagai kegiatan. Seperti program bedah rumah, MBG (Makan Bergizi Gratis), pengadaan air bersih, Zero ODF (Open Defecation Free) dan beberapa program lainnya seperti program DASHAT ini," bebernya.
Dijelaskan Budiar, Program DASHAT hadir sebagai langkah strategis yang dilakukan oleh Pemkab Malang. Program ini merupakan sebuah gerakan edukasi dan pelatihan gizi untuk mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat.
"Sehingga diharapkan bisa lebih sehat, beragam, dan berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal yang turut didukung dengan adanya kolaborasi kemitraan," imbuhnya.
Baca Juga : Ayo Nostalgia, 11 Grup Ludruk Jombang Akan Pentas Bareng
Pada penyelenggaraan Program DASHAT tersebut, Pemkab Malang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang juga turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Yakni meliputi Direktur Rumah Sakit Universitas Brawijaya, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.
Selain menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten, kegiatan pada Program DASHAT tersebut juga turut diikuti oleh sejumlah perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 33 Camat se-Kabupaten Malang, 33 Koordinator Wilayah Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan, Sekretaris Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Malang, Yayasan Cipta Program Pasti Kabupaten Malang, hingga seluruh jajaran DPPKB Kabupaten Malang.
"Melalui DASHAT, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat memiliki pengetahuan tentang gizi seimbang, serta mampu memanfaatkan bahan pangan lokal yang murah dan mudah didapatkan namun tetap bergizi tinggi. Sehingga dapat mewujudkan terbentuknya kemandirian keluarga dalam mencegah stunting secara berkelanjutan," pungkas Budiar.
