Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Siapa yang Ingin Hidup Seribu Tahun? Tafsir Quraish Shihab Kupas Makna Surah Al-Baqarah Ayat 96

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

03 - May - 2026, 10:28

Placeholder
Ilustrasi kaum yang ingin hidup seribu tahun lamanya (ist)

JATIMTIMES - Siapa sosok yang disebut Alquran ingin hidup hingga seribu tahun? Pertanyaan itu muncul saat membaca Surah Al-Baqarah ayat 96 yang menyinggung manusia paling tamak terhadap kehidupan dunia.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman bahwa Nabi Muhammad SAW akan mendapati mereka sebagai manusia yang paling rakus terhadap kehidupan, bahkan melebihi orang-orang musyrik. Setiap orang dari mereka disebut ingin dipanjangkan umur sampai seribu tahun. Namun umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab.

Baca Juga : Aftershine Guncang Puncak HUT ke-120 Kota Blitar, Mas Ibin Tegaskan Transformasi Menuju Kota Masa Depan

Ayat ini banyak ditafsirkan ulama sebagai gambaran tentang sebagian kaum Yahudi pada masa turunnya wahyu. Mereka disebut mengetahui adanya Tuhan dan hari pembalasan, tetapi tetap menjadikan dunia sebagai tujuan utama kehidupan.

Mufasir Indonesia Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa kata “mereka” dalam ayat tersebut merujuk kepada kaum Yahudi yang merasa diri sebagai kelompok pilihan dan kekasih Allah. Akan tetapi, dalam kenyataannya justru sangat kuat mencintai dunia serta takut menghadapi kematian.

Menurut dia, keinginan hidup seribu tahun bukan semata-mata soal angka, melainkan simbol hasrat hidup selama mungkin. Mereka ingin terus menikmati kehidupan dunia, meski usia panjang tidak akan menghapus dosa dan kesalahan.

“Kehidupan yang bagaimana pun bentuknya, yang penting buat mereka adalah dapat menarik dan mengembuskan nafas,” tulis Quraish Shihab dalam penafsirannya.

Ayat ini juga membandingkan mereka dengan kaum musyrik. Orang musyrik sejak awal tidak percaya adanya akhirat, sehingga seluruh orientasi hidup hanya tertuju pada dunia. Sedangkan kelompok yang disebut dalam ayat ini justru mengetahui adanya kehidupan setelah mati, namun tetap terobsesi pada dunia.

Di titik itu, Alquran memberi pesan keras bahwa panjang umur tidak otomatis menjadi keuntungan. Jika umur hanya dipakai menumpuk kesalahan, maka waktu yang panjang justru menjadi beban pertanggungjawaban.

Baca Juga : Hardiknas 2026, Prof. Abdul Hamid: Pendidikan Indonesia Perlu Koreksi Arah

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Hadis riwayat Tirmidzi ini menegaskan bahwa nilai umur bukan pada lamanya hidup, tetapi pada kualitas amal selama hidup.

Surah Al-Baqarah ayat 96 akhirnya menjadi peringatan universal bagi seluruh manusia. Keinginan hidup lama adalah naluri wajar, tetapi bila disertai kerakusan dunia dan melupakan akhirat, maka umur panjang tidak membawa keselamatan. Yang menentukan bukan berapa lama seseorang hidup, melainkan apa yang dikerjakannya selama hidup.

"Wa latajidannahum aḫrashan-nasi ‘ala hayah, wa minalladzina asyraku yawaddu aḫaduhum lau yu‘ammaru alfa sanah, wa ma huwa bimuzahzihihi minal-‘adzabi ay yu‘ammar, wallahu bashirum bima ya‘malun".

Arti ayat ini adalah, "Engkau (Nabi Muhammad) sungguh-sungguh akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi) sebagai manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) daripada orang-orang musyrik. Tiap-tiap orang (dari) mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan".


Topik

Agama alqurna surah albaqarah allah swt muhammad saw



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya