Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Sam HC Akan Jelajah Dunia Naik Motor, Cedera Kaki Tak Surutkan Niat Ekspedisi

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Dede Nana

01 - May - 2026, 11:29

Placeholder
Sam HC bersama motor yang akan ditunggangi keliling dunia (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Heri Cahyono atau yang akrab disapa Sam HC bersiap memulai ekspedisi lintas negara dengan sepeda motor. Perjalanan panjang ini diberi tajuk Sam HC Jelajah Dunia 'dont tell my mother' dan dirancang melintasi sedikitnya 14 negara, membentang dari Asia Tenggara hingga Asia Tengah, Timur Tengah hingga perbatasan Eropa. Rencananya, ia akan berangkat mulai 2 Mei 2026.

Sam HC mengungkapkan rute awal yang telah disiapkan mencakup Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, hingga Cina. Perjalanan kemudian berlanjut ke Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, Uzbekistan, Iran, dan Pakistan. Ia juga membuka kemungkinan jalur tambahan menuju Armenia, Azerbaijan, atau bahkan Arab Saudi, meski masih dalam tahap pertimbangan.

Baca Juga : Bantuan Beras dan Minyak Mengalir ke Tambakrejo, 405 Warga Tersenyum Lega

"Yang kami tulis (rencananya, red) 14 negara. Mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Cina, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, ya, Uzbekistan, Iran, kemudian Pakistan. Nah, ini kita bisa jadi ke Armenia, Azerbaijan, atau kita mengambil jalur ke Saudi, masih belum pasti," ujarnya.

Menariknya, Sam HC tidak menampik ketertarikannya pada wilayah-wilayah dengan tingkat risiko tinggi. Baginya, tantangan justru menjadi bagian dari esensi ekspedisi yang dijalani.

"Oh, sangat menarik. Daerah konflik itu sangat menarik untuk dimasuki," katanya.

Ekspedisi dan petualangan ini, lanjut dia, bukan sekadar perjalanan touring biasa. Ia menegaskan bahwa misinya lebih pada eksplorasi dan pencatatan pengalaman, baik dari sisi budaya maupun sosial di tiap wilayah yang dilintasi.

"Jadi kita nggak nyerang langsung ya, dengan eksplorasi entah kultur sosial dan lainnya. Karena lebih ke ekspedisi. Bukan touring, tapi ekspedisi," jelasnya.

Sam HC pun mengaku tak ada target khusus untuk bertemu tokoh tertentu di negara tujuan. Fokus utama perjalanan ini adalah melengkapi catatan yang telah ia siapkan sebelumnya, sekaligus menjadi bagian dari rencana jangka panjang yang akan berlanjut ke tahap berikutnya.

Di balik ambisi besar tersebut, Sam HC justru menghadapi tantangan dari kondisi fisiknya. Ia mengaku masih dalam masa pemulihan setelah mengalami retak kaki sekitar dua setengah bulan lalu.

"Kalau kesehatan aku masalah. Nah tantangannya itu. Saya habis jatuh retak kaki 2 bulan setengah yang lalu. Aku belum bisa lari. Baru jalan kaki saja bisanya. Nah ini penyembuhannya di jalan. Belum full 100 persen. Wes bismillah," ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan kesiapan mentalnya telah teruji untuk menghadapi berbagai kemungkinan di perjalanan. "Kalau mental insyaallah saya teruji," tegasnya.

Ekspedisi ini awalnya direncanakan diikuti oleh empat orang. Namun dalam perjalanannya, dua orang mengundurkan diri sehingga kini hanya tersisa dua rider, termasuk Sam HC sendiri.

"Oh iya, ada satu yang rider lagi. Jadi ini sebenarnya kita orang 4. Mengundurkan diri 2. Tinggal 2, saya dan rekan asal Semarang," jelasnya.

Baca Juga : Pengusaha Plastik Kota Malang Mulai Tertekan, Disnaker Minta Hindari PHK

Dari sisi administrasi, persiapan dilakukan secara matang, terutama terkait dokumen lintas negara. Ia telah mengantisipasi berbagai kebutuhan visa, mulai dari bebas visa hingga visa on arrival.

"Sudah dan kita juga mengkopi berkas itu sampai bawa berkas fisik itu 30 set bundel. Supaya kita nggak fotokopi lagi," katanya.

Menariknya, dalam hal pendanaan, Sam HC memilih untuk tidak terikat kontrak sponsor. Ia membuka peluang dukungan, namun tanpa kewajiban timbal balik yang mengikat.

"Saya nggak mau dengan kontraprestasimu. Misalkan ko nyumbang iki mko sampeyan kudu ngene-ngene-ngene. Ndak, saya nggak mau," tegasnya.

Perjalanan ini diperkirakan berlangsung antara empat hingga enam bulan dalam kondisi normal. Namun ia menyadari bahwa ekspedisi lintas negara penuh dengan ketidakpastian, terutama terkait kendala administratif kendaraan.

"Normal itu 4 sampai 6 bulan kalau terlewati normal ya. Tapi kita nggak tahu keadaan karena petualangan ekspedisi itu perlu alang rintang," ujarnya.

Ia bahkan telah menyiapkan skenario terburuk jika menghadapi kendala serius, termasuk kemungkinan harus meninggalkan motor di tengah perjalanan. "Terburuknya apa? Motornya harus dibuang," katanya.

Dengan segala kesiapan dan risiko yang ada, Sam HC mantap melangkah. Ekspedisi ini bukan hanya tentang jarak yang ditempuh, tetapi juga tentang menguji batas diri dan merangkai cerita dari berbagai penjuru dunia.


Topik

Peristiwa heri cahyono sam hc ekspedisi lintas negara



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana