Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Iran Ungkap Penyebab Negosiasi Damai dengan AS Buntu, Isu Nuklir hingga Selat Hormuz Jadi Penghambat

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13 - Apr - 2026, 07:33

Placeholder
Ilustrasi Iran dan AS gagal damai. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Pemerintah Iran akhirnya membeberkan alasan di balik kegagalan perundingan dengan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Islamabad. Meski dialog berlangsung cukup panjang, kedua negara belum berhasil mencapai kesepakatan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut bahwa tuntutan dari pihak AS menjadi salah satu faktor utama mandeknya negosiasi. Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (12/4/2026).

Baca Juga : Publik Marah Ketua BEM UGM Diteror, Muncul Kembali Narasi Air Keras hingga Orde Baru

Menurut Baqaei, sebenarnya kedua pihak telah menemukan titik temu dalam beberapa isu. Namun, masih ada dua hingga tiga persoalan krusial yang belum bisa disepakati.

“Dalam beberapa isu kami sudah memiliki pemahaman bersama, tetapi masih ada perbedaan dalam hal-hal penting,” ujarnya, seperti dikutip dari Tasnim News Agency, Senin (13/4).

Ia menjelaskan, perbedaan utama berkaitan dengan sejumlah isu strategis, seperti program nuklir Iran, pengaturan di Selat Hormuz, serta berbagai tuntutan lain dari masing-masing pihak. Topik-topik ini dinilai sangat kompleks dan sarat kepentingan, sehingga sulit menemukan titik kompromi dalam waktu singkat.

Baqaei juga mengungkapkan bahwa perundingan kali ini menjadi yang terpanjang dalam satu tahun terakhir, dengan durasi mencapai sekitar 24 hingga 25 jam. Namun, suasana negosiasi disebut berlangsung penuh ketegangan dan minim kepercayaan.

“Perundingan dilakukan dalam kondisi penuh kecurigaan. Sejak awal memang tidak ada ekspektasi tinggi untuk mencapai kesepakatan hanya dalam satu pertemuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, situasi semakin rumit karena dialog ini digelar setelah sekitar 40 hari konflik bersenjata antara kedua pihak. Bahkan, masuknya isu baru seperti Selat Hormuz turut menambah kompleksitas pembahasan.

Meski perundingan berakhir tanpa hasil, Iran menegaskan bahwa jalur diplomasi tidak akan dihentikan. Baqaei menekankan bahwa diplomasi tetap menjadi cara utama untuk menjaga kepentingan nasional.

“Diplomasi tidak pernah berhenti. Ini adalah alat penting, baik dalam situasi perang maupun damai,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Iran juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Pakistan sebagai tuan rumah sekaligus mediator. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif, Panglima Angkatan Darat Asim Munir, serta Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Baca Juga : Tips Kerjakan Soal TPS dan Literasi UTBK SNBT 2026, Jangan Kosongi Jawaban 

Di sisi lain, pihak AS juga memberikan tanggapan berbeda terkait kegagalan tersebut. Wakil Presiden JD Vance yang memimpin delegasi Washington menyatakan bahwa tidak tercapainya kesepakatan justru lebih merugikan Iran.

“Kabar buruknya adalah kita tidak mencapai kesepakatan, dan saya kira itu lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” ujarnya kepada wartawan, dikutip dari Reuters.

Vance menegaskan bahwa AS memiliki sejumlah “garis merah” yang tidak bisa ditawar, terutama terkait program nuklir Iran. Ia menyebut Washington membutuhkan komitmen tegas dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir maupun kemampuan yang mengarah ke sana.

Menurutnya, Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan tersebut, sehingga kesepakatan pun gagal dicapai.

Sumber di Pakistan menyebutkan, kedua delegasi telah meninggalkan Islamabad dan kembali ke negara masing-masing usai perundingan berakhir buntu. Pertemuan ini sendiri menjadi momen penting karena merupakan dialog langsung pertama antara Iran dan AS dalam lebih dari satu dekade.

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi pembicaraan tingkat tinggi paling signifikan sejak Revolusi Islam Iran 1979. Meski sempat membuka harapan tercapainya solusi damai, kegagalan kali ini justru menambah ketidakpastian terhadap stabilitas kawasan.

Situasi geopolitik pun masih diliputi ketegangan, sementara masa depan gencatan senjata dan hubungan kedua negara masih menjadi tanda tanya besar.


Topik

Internasional Iran Amerika Serikat negosiasi gencatan senjata



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Internasional

Artikel terkait di Internasional