Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Anak SD Belum Lancar Menulis? Kenali 3 Tahap Belajar Menulis yang Benar dari Kemendikdasmen

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

11 - Apr - 2026, 14:19

Placeholder
Anak sedang belajar menulis. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Banyak orang tua masih berpikir bahwa kemampuan menulis anak harus cepat lancar sejak dini. Padahal, menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menulis bukan sekadar aktivitas memindahkan huruf ke atas kertas.

Proses belajar menulis pada anak membutuhkan tahapan yang sesuai dengan perkembangan fisik, khususnya kemampuan motorik. Karena itu, orang tua diimbau untuk tidak terburu-buru memaksa anak menulis sebelum mereka benar-benar siap.

Baca Juga : Rekrutmen BPJS Ketenagakerjaan 2026 Dibuka, Fresh Graduate Bisa Daftar! Ini Syarat Lengkapnya

Kemampuan ini akan berkembang secara alami seiring dengan semakin kuatnya koordinasi tangan dan jari. Saat motorik anak sudah matang, kegiatan menulis pun akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

Mengacu pada informasi dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), berikut tiga tahap penting belajar menulis yang perlu dipahami orang tua.

1. Tahap Siap Fisik (Pramenulis)

Tahap awal ini sering disebut sebagai fase pramenulis. Fokus utamanya adalah membangun kesiapan fisik anak sebelum benar-benar menulis.

Di fase ini, anak mulai belajar:

• Cara memegang pensil dengan benar

• Membuat garis sederhana

• Mengenal arah tulisan

Ketiga hal tersebut menjadi fondasi penting. Jika tahap ini dilewati atau dipaksakan, tangan anak bisa cepat lelah dan membuat mereka enggan menulis. Sebaliknya, jika dilakukan dengan benar, anak akan lebih nyaman saat mulai menulis lebih banyak.

2. Tahap Menulis Awal

Setelah kemampuan dasar terbentuk, anak mulai masuk ke tahap menulis awal. Pada fase ini, anak sudah bisa dikenalkan dengan aktivitas menulis yang lebih terarah.

Beberapa latihan yang bisa dilakukan antara lain:

• Menulis kata-kata sederhana

• Belajar memberi spasi antar kata

• Membedakan huruf kapital dan huruf kecil

Fokus utama di tahap ini adalah melatih motorik halus sekaligus membangun rasa percaya diri anak dalam menulis.

3. Tahap Menulis Fasih

Tahap terakhir ditandai dengan kemampuan menulis yang sudah lebih otomatis. Gerakan tangan anak menjadi lebih luwes tanpa harus berpikir keras soal bentuk huruf.

Di fase ini, anak umumnya sudah mampu:

• Menulis kalimat secara utuh dan berkesinambungan

• Menggunakan tanda baca seperti titik dengan benar

• Memakai huruf kapital sesuai aturan

• Lebih fokus pada isi tulisan dibanding cara menulisnya. 

Meski saat ini teknologi semakin canggih, kemampuan menulis tangan tetap tidak bisa diabaikan. Menulis membantu anak melatih konsentrasi, memperkuat daya ingat, hingga mengasah kemampuan berekspresi.

Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya stamina menulis. Dengan latihan yang cukup, anak bisa menuangkan ide dan perasaan mereka lebih panjang dan mendalam.

Baca Juga : Khimar Bandana Tren Hijab 2026, Praktis dan Stylish Jadi Gaya Syar’i Modern

Memahami tahapan ini bisa membantu orang tua mendampingi anak belajar menulis tanpa tekanan. Ingat, setiap anak berkembang dengan ritme yang berbeda. Yang terpenting bukan seberapa cepat mereka bisa menulis, tetapi seberapa siap dan nyaman mereka menjalani prosesnya.


Topik

Pendidikan kemendkdasmen cara mendidik anak sd cara belajar menulis



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan