Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Satu Tahun Kepemimpinan Mbak Wali-Gus Qowim, Disarpus Perkuat Budaya Literasi untuk SDM Kota Kediri yang Produktif

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : Nurlayla Ratri

08 - Apr - 2026, 11:02

Placeholder
Wali Kota Kediri dan Wakil wali kota Kediri saat meresmikan Roeang Baca Buku di Cafe (Robusca) beberapa waktu lalu.

JATIMTIMES – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama Wakil Wali Kota, KH Qowimuddin Thoha, menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan budaya literasi. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Kediri yang dirumuskan dalam konsep MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni) khususnya pada pilar Produktif, yang menekankan pembangunan sumber daya manusia serta lingkungan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Di lingkup Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri, visi tersebut diterjemahkan dalam berbagai program literasi yang menyasar beragam lapisan masyarakat. Fokus utama yang ingin dicapai adalah peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), yaitu indikator nasional yang digunakan untuk mengukur kualitas literasi suatu daerah.

Baca Juga : Diana Sasa DPRD Jatim: Literasi Digital Pemuda Jadi Penentu Kualitas Demokrasi di Era AI

IPLM tidak hanya menilai jumlah koleksi buku di perpustakaan daerah. Indikator ini juga mencakup tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan, keterlibatan warga dalam kegiatan literasi, hingga pembinaan berbagai jenis perpustakaan yang ada di masyarakat. Mulai dari perpustakaan sekolah, perpustakaan kelurahan dan kecamatan, taman bacaan masyarakat (TBM), hingga perpustakaan yang dikelola organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Disarpus Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, menegaskan bahwa penguatan literasi menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Kediri. Menurutnya, literasi merupakan fondasi utama bagi peningkatan kualitas masyarakat. 

“Literasi adalah dasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu kami terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi agar budaya membaca semakin dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Chevy menjelaskan bahwa perpustakaan saat ini tidak lagi dipahami sekadar sebagai tempat menyimpan buku. Lebih dari itu, perpustakaan harus menjadi ruang interaksi pengetahuan yang mampu menginspirasi masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan diri. 

Kepala Disarpus Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi.

“Perpustakaan harus hadir secara aktif di tengah masyarakat. Kami tidak hanya menunggu masyarakat datang ke perpustakaan, tetapi juga mendatangi mereka melalui berbagai program literasi,” tambahnya.

Robusca: Membaca di Kafe Jadi Gaya Hidup

Salah satu inovasi literasi yang dikembangkan Disarpus adalah Robusca (Roeang Baca Buku di Cafe). Program ini menghadirkan sudut baca di sejumlah kafe di Kota Kediri. Melalui kerja sama dengan pelaku usaha kafe, Disarpus menyediakan koleksi buku yang dapat dibaca pengunjung secara gratis. Konsep ini memanfaatkan kebiasaan masyarakat, khususnya generasi muda, yang gemar berkumpul di kafe. Dengan menghadirkan buku di tempat-tempat tersebut, membaca diharapkan dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Titik pertama Robusca hadir di Ngangeni.ID yang berada di Kelurahan Kaliombo dan dikelola oleh Karang Taruna setempat. Di tempat ini pengunjung dapat menikmati suasana kafe sambil membaca berbagai koleksi buku yang disediakan. “Kami mencoba mendekatkan literasi dengan ruang-ruang yang sering digunakan masyarakat. Kafe menjadi tempat strategis karena banyak anak muda berkumpul di sana,” jelas Chevy.

Dengan konsep santai dan tidak formal, Robusca diharapkan mampu mengubah persepsi bahwa membaca adalah aktivitas yang kaku atau membosankan. Sebaliknya, membaca bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menyatu dengan aktivitas sehari-hari.

TransLiteria: Transportasi Jadi Ruang Literasi

Inovasi lain yang juga menarik adalah TransLiteria (Transportasi Literasi Ceria). Program ini merupakan kolaborasi antara Disarpus dengan Dinas Perhubungan Kota Kediri. Melalui program ini, sarana transportasi dimanfaatkan sebagai media untuk menghadirkan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi generasi muda. Berbagai kegiatan literasi dilakukan dalam program ini, seperti membaca bersama, storytelling, hingga diskusi atau bedah buku.

Pendekatan ini dirancang agar literasi dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih kreatif dan interaktif. Dengan menghadirkan kegiatan membaca di ruang yang berbeda dari biasanya, diharapkan generasi muda dapat merasakan pengalaman literasi yang lebih menarik. “Kolaborasi lintas perangkat daerah sangat penting dalam membangun budaya literasi. Melalui TransLiteria, kami ingin menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi generasi muda,” terang Chevy.

Ride to Read dan Perpustakaan Keliling

Disarpus juga mengembangkan program Ride to Read, yakni kegiatan kunjungan literasi ke perpustakaan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Kediri. Melalui program ini, tim Disarpus mendatangi langsung sekolah-sekolah untuk melihat kondisi perpustakaan sekaligus memberikan pembinaan.

Program ini bertujuan memastikan perpustakaan sekolah dapat berfungsi secara optimal sebagai ruang belajar bagi siswa. “Kami ingin memastikan perpustakaan sekolah benar-benar hidup dan dimanfaatkan oleh siswa. Perpustakaan menjadi ruang belajar yang menyenangkan,” kata Chevy.

Selain itu, Disarpus juga terus memperluas jangkauan literasi melalui layanan perpustakaan keliling. Layanan ini secara rutin mengunjungi sekolah serta berbagai kegiatan masyarakat seperti Kopinang dan Jangkepan. Melalui perpustakaan keliling, masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas perpustakaan tetap dapat menikmati berbagai koleksi bacaan.

Ngabuburead: Menunggu Magrib Sambil Membaca

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Rabu Kliwon 8 April 2026: Awas Mudah Tersinggung

Pada bulan Ramadan tahun ini, Disarpus juga menghadirkan inovasi literasi bertajuk Ngabuburead. Program ini mengajak masyarakat mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan membaca buku di ruang publik. Kegiatan tersebut digelar di Taman Brantas, salah satu ruang terbuka favorit masyarakat Kota Kediri untuk menikmati suasana senja.

Dalam kegiatan ini, Disarpus menyediakan berbagai koleksi buku yang dapat dibaca pengunjung sambil menunggu azan magrib. Chevy menjelaskan bahwa Ngabuburead merupakan inovasi baru yang pertama kali diselenggarakan oleh Disarpus Kota Kediri. “Ngabuburead menjadi cara kami mengajak masyarakat mengisi waktu menjelang berbuka dengan kegiatan yang bermanfaat. Membaca buku sambil menikmati suasana senja di Taman Brantas memberikan pengalaman literasi yang berbeda,” ujarnya.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak keluarga yang datang bersama anak-anak untuk membaca buku sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Lomba Bertutur dan Menulis Dongeng

Selain menghadirkan inovasi layanan literasi, Disarpus juga aktif menyelenggarakan kegiatan yang mendorong kreativitas anak-anak. Di antaranya adalah lomba bertutur dan lomba menulis dongeng. Melalui lomba bertutur, anak-anak diajak mengenal kembali kekayaan cerita rakyat sekaligus melatih kemampuan berbicara di depan umum. Sementara itu, lomba menulis dongeng menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitas mereka dalam bentuk tulisan.

Menurut Chevy, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan minat literasi sejak usia dini. “Literasi bukan hanya membaca, tetapi juga kemampuan memahami dan mengekspresikan gagasan. Karena itu kami terus mendorong kegiatan yang bisa mengembangkan kreativitas anak-anak,” jelasnya.

Membangun Ekosistem Literasi

Upaya peningkatan literasi juga dilakukan melalui pembinaan berbagai jenis perpustakaan di Kota Kediri. Pembinaan ini mencakup perpustakaan sekolah, perpustakaan kelurahan dan kecamatan, taman bacaan masyarakat, hingga perpustakaan yang dikelola OPD.

Pembinaan dilakukan melalui pendampingan pengelolaan perpustakaan, peningkatan kapasitas pengelola, serta penguatan program literasi berbasis inklusi sosial. Dengan langkah tersebut, Disarpus berharap ekosistem literasi di Kota Kediri dapat tumbuh secara berkelanjutan. “Literasi tidak bisa dibangun oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat agar budaya membaca benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkap Chevy.

Literasi untuk SDM Kota Kediri yang Produktif

Chevy menambahkan, dukungan kepemimpinan wali kota Vinanda Prameswati dan wakil wali kota Gus Qowim menjadi faktor penting dalam penguatan program literasi di Kota Kediri. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas dalam arah pembangunan daerah. “Di bawah kepemimpinan Mbak Wali dan Gus Qowim, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus penting. Literasi merupakan salah satu fondasi utama untuk menciptakan masyarakat yang produktif dan berdaya saing,” katanya.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, sebelumnya juga menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas masyarakat. “Pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Budaya literasi menjadi salah satu kunci penting untuk mencapai hal tersebut,” ungkapnya.

Melalui berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Disarpus Kota Kediri optimistis dapat meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat sekaligus memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat. “Harapan kami, literasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang berat atau membosankan. Melalui berbagai inovasi yang kami hadirkan, membaca bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan masyarakat,” pungkas Chevy.


Topik

Pemerintahan Kediri Vinanda Prameswati Gus Qowim satu tahun kepemimpinan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

Nurlayla Ratri