JATIMTIMES - Pendaftaran UTBK-SNBT 2026 telah dibuka sejak 25 Maret hingga 7 April 2026 pukul 15.00 WIB melalui laman resmi portal SNPMB. Di tengah masa pendaftaran yang masih berlangsung, calon mahasiswa mulai menyusun strategi untuk memilih jurusan dengan peluang lolos lebih besar.
Salah satu kampus yang banyak dilirik adalah Politeknik Negeri Malang (Polinema). Menariknya, di balik ketatnya persaingan di sejumlah jurusan favorit, ada beberapa program studi yang justru tercatat relatif sepi peminat.
Baca Juga : Libur Lebaran, 895 WNA Gunakan Kereta Api di Malang Raya
Mayoritas jurusan dengan persaingan lebih longgar ini berada di kampus PSDKU luar Kota Malang, seperti Lumajang dan Pamekasan. Kondisi ini bisa menjadi alternatif bagi peserta SNBT 2026 yang ingin meningkatkan peluang diterima.
Wakil Direktur I Polinema, Prof Ratih Indri Hapsari ST MT PhD, menjelaskan bahwa penetapan daya tampung mengacu pada ketentuan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
“Kemudian jalur SNBT ada dua ketentuan. Kalau yang termasuk PTNBH minimal 30 persen dan non-PTNBH minimal 40 persen,” ujar Ratih.
Saat ini, Polinema masih berstatus sebagai PTN Badan Layanan Umum (BLU), sehingga kuota SNBT minimal harus 40 persen.
Pada 2026, Polinema membuka kuota 1.996 mahasiswa di jalur SNBT, atau sekitar 41 persen dari total daya tampung. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1.800 mahasiswa.
“Dari seluruh jalur yang dibuka pada 2025, yang diterima sebanyak 4.362 mahasiswa. Lalu sebanyak sekitar 500 mahasiswa tidak daftar ulang,” jelasnya.
Jumlah mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang itu dinilai cukup tinggi, meski waktu daftar ulang sudah diperpanjang hingga mendekati awal perkuliahan.
“Kami berharap tahun 2026 jumlah mahasiswa yang diterima di Polinema lebih banyak lagi,” imbuh Ratih.
Meski ada jurusan sepi peminat, sejumlah program studi di kampus utama Malang tetap menjadi favorit dan memiliki tingkat persaingan tinggi.
“Prodi yang paling diminati ada D4 Teknik Informatika, D4 Akuntansi Manajemen, serta D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan,” ujar Ratih.
Ketiga jurusan tersebut memiliki tingkat keketatan yang cukup tinggi. Untuk D4 Teknik Informatika dan D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, rasio persaingan mencapai 1:7, sementara D4 Akuntansi Manajemen sekitar 1:6.
7 Prodi Sepi Peminat SNBT 2026
Berikut daftar jurusan dengan peminat relatif lebih sedikit berdasarkan data peminat 2025 dan daya tampung SNBT 2026:
1. Teknik Otomotif Elektronik (PSDKU Pamekasan) – Sarjana Terapan
Daya tampung 2026: 10
Peminat 2025: 15
2. Teknologi Rekayasa Otomotif (PSDKU Lumajang) – Sarjana Terapan
Daya tampung 2026: 24
Peminat 2025: 44
3. Akuntansi Manajemen (PSDKU Pamekasan) – Sarjana Terapan
Daya tampung 2026: 10
Peminat 2025: 62
4. Manajemen Informatika (Kampus Pamekasan) – Diploma Tiga
Daya tampung 2026: 10
Peminat 2025: 74
5. Teknologi Sipil (Kampus Lumajang) – Diploma Tiga
Daya tampung 2026: 32
Peminat 2025: 144
6. Teknologi Informasi (Kampus Lumajang) – Diploma Tiga
Daya tampung 2026: 36
Peminat 2025: 151
7. Akuntansi (Kampus Lumajang) – Diploma Tiga
Daya tampung 2026: 36
Peminat 2025: 164
Demikian 7 prodi dengan minat cukup longgar pada SNBT 2026 di Polinema. Jika dibandingkan dengan jurusan favorit yang peminatnya bisa mencapai ribuan, angka pendaftar di prodi-prodi ini tergolong lebih rendah. Artinya, peluang untuk lolos juga relatif lebih besar.
Namun demikian, memilih jurusan tidak hanya soal peluang lolos. Calon mahasiswa tetap disarankan mempertimbangkan minat, kemampuan, serta prospek kerja ke depan.
Dengan pendaftaran SNBT 2026 yang masih dibuka hingga 7 April 2026, peserta masih memiliki waktu untuk menyusun strategi terbaik, termasuk mempertimbangkan jurusan dengan persaingan lebih longgar sebagai alternatif.
Yang terpenting, pastikan pilihan jurusan sudah dipikirkan matang sebelum melakukan finalisasi pendaftaran. Semoga informasi ini membantu Sobat JatimTIMES ya!
