JATIMTIMES - Peringatan Idulfitri di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, berlangsung berbeda pada tahun ini. Masyarakat setempat mendapat kehormatan karena Salat Id dilaksanakan bersama Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio, Sabtu (21/3/2026).
Kehadiran Bupati di wilayah dataran tinggi tersebut menjadi perhatian warga. Pasalnya, desa yang berada di kawasan pegunungan dan cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten itu jarang menjadi lokasi kegiatan hari besar tingkat kabupaten.
Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi
Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi pelaksanaan Salat Id. Warga dari berbagai dusun hadir bersama keluarga untuk mengikuti ibadah sekaligus bersilaturahmi dengan kepala daerah.
Pelaksanaan Salat Id berlangsung khidmat dan sederhana. Usai ibadah, Mas Rio menyempatkan diri menyapa dan bersalaman dengan warga yang telah menunggu untuk bertemu secara langsung.
Mas Rio menyampaikan bahwa Idulfitri menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk hadir langsung di tengah warga, termasuk di wilayah pelosok.
“Idulfitri adalah momen kebersamaan. Pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat tanpa melihat jauh dekatnya wilayah. Semua warga berhak merasakan perhatian yang sama,” ujar Mas Rio.
Selain melaksanakan ibadah, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk meninjau kondisi lingkungan desa. Kawasan Selobanteng dikenal memiliki tutupan lahan hijau yang masih terjaga karena peran aktif masyarakat dalam kegiatan penghijauan.
Warga selama ini menjalankan program penanaman pohon secara swadaya. Sejumlah jenis pohon bernilai ekonomi seperti jati, gmelina, dan kesambi ditanam di lahan milik warga maupun kawasan perbukitan.
“Penanaman pohon ini sudah kami lakukan bertahun-tahun secara gotong royong. Kami ingin menjaga desa tetap hijau sekaligus mencegah bencana longsor,” ujar salah satu warga setempat.
Selain tanaman kayu, masyarakat juga menanam berbagai pohon buah. Langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi warga.
Upaya pelestarian lingkungan dilakukan sebagai langkah pencegahan bencana banjir dan tanah longsor yang rawan terjadi di wilayah dataran tinggi. Program penghijauan telah berjalan bertahun-tahun dengan melibatkan kelompok masyarakat desa.
Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik
Pemerintah daerah memberikan dukungan melalui pemantauan berkala untuk memastikan tanaman tumbuh optimal. Pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari pengawasan agar program berjalan berkelanjutan.
Mas Rio mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, keterlibatan aktif warga menjadi modal penting dalam pembangunan daerah berbasis keberlanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat yang terus menjaga kelestarian alam. Ini menjadi contoh bahwa pembangunan daerah harus berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Kehadiran Bupati disambut positif oleh masyarakat. Warga menilai kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap wilayah pelosok.
“Kami bangga dan senang karena Bupati bisa hadir langsung di desa kami saat hari raya. Ini menjadi perhatian besar bagi masyarakat di wilayah terpencil,” kata salah seorang tokoh masyarakat.
Momentum Idulfitri ini sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang merata.
Kegiatan tersebut diharapkan semakin mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun pelestarian lingkungan di wilayah perdesaan.
