Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Dua Warga Jatibanteng Situbondo Diduga Hanyut Terbawa Arus Banjir

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Dede Nana

10 - Mar - 2026, 11:34

Placeholder
Personil BPBD kabupaten Situbondo dan Tim SAR saat melakukan pendataan dan pencarian awal hanyutnya dua warga Jatibanteng akibat banjir, Selasa (10/3/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES – Dua warga Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo dilaporkan hilang setelah diduga hanyut terbawa arus sungai yang meluap akibat cuaca ekstrem. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap kedua korban.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 7 Maret 2026 di dua desa berbeda, yakni Desa Sumberanyar dan Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng.

Baca Juga : Batu Terancam 'Lumpuh' Saat Lebaran? Minimnya Jalan Nasional Disorot di Tengah Serbuan 1,7 Juta Kendaraan

“Dua korban yang dilaporkan hanyut masing-masing bernama Jelani, usia 53 tahun warga Desa Sumberanyar dan Tohari, usia 44 tahun warga Desa Patemon. Keduanya diduga terbawa arus sungai yang debit airnya meningkat akibat banjir,” ujar Puriyono, Selasa (10/3/2026).

Puriyono menjelaskan, korban pertama atas nama Jelani sebelumnya diketahui sedang bekerja memanen jagung bersama anaknya di area persawahan Desa Sumberanyar pada Sabtu siang. Setelah selesai bekerja, anaknya pulang lebih dahulu, sementara korban masih berada di sekitar lokasi untuk mencari rumput di pinggir sungai.

Sekitar pukul 17.00 WIB, debit air Sungai Basean meningkat cukup deras karena banjir dari wilayah hulu. Saat korban hendak kembali dengan menyeberangi area irigasi persawahan, kondisi air yang meluap diduga menyeret korban hingga hanyut.

“Korban tidak pulang hingga malam hari sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa dan kepolisian. Saat dilakukan pencarian, ditemukan beberapa barang milik korban seperti celana training, arit dan sandal di sekitar aliran sungai,” jelasnya.

Sementara itu, korban kedua bernama Tohari dilaporkan hilang di aliran Sungai Batu Putih, Desa Patemon. Sebelum kejadian, korban diketahui baru selesai mencari rumput dan berada di tepi sungai.

Menurut keterangan saksi, warga sempat mengingatkan korban agar tidak menyeberangi sungai karena debit air mulai meningkat. Namun tak lama kemudian korban sudah tidak terlihat di lokasi.

“Ketika warga mengecek lokasi, yang ditemukan hanya tumpukan rumput dan arit milik korban di tepi sungai. Diduga korban terpeleset atau terseret arus sungai yang saat itu sedang deras,” kata Puriyono.

Baca Juga : Prediksi 242 Ribu Kendaraan Per Hari saat Musim Lebaran, Forum LLAJ Petakan Titik Macet hingga Rekayasa Lalin

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Situbondo bersama sejumlah unsur langsung melakukan penanganan di lokasi. Tim melakukan kaji cepat, koordinasi lintas instansi serta mengerahkan tim untuk melakukan pencarian korban di sepanjang aliran sungai.

Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas melalui Pos SAR Jember dan Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Situbondo, Tagana Dinas Sosial, unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan serta masyarakat setempat.

Puriyono juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu banjir dan meningkatnya debit sungai.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar sungai ketika debit air meningkat. Keselamatan harus menjadi prioritas, terutama saat cuaca ekstrem seperti sekarang,” pungkasnya.

Hingga Selasa pagi (10/3/2026), proses pencarian terhadap kedua korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di wilayah Kecamatan Jatibanteng. Petugas berharap korban dapat segera ditemukan.


Topik

Peristiwa berita situbondo tenggelam situbondo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Dede Nana