Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Menu MBG Bermasalah di Lowokwaru Dikeluhkan Wali Murid

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Mar - 2026, 15:27

Placeholder
Puding stroberi yang dikeluhkan wali murid karena terdapat belatung didalamnya (foto: tangkapan layar video)

JATIMTIMES - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di salah satu sekolah dasar wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kembali menjadi sorotan. Kali ini, para wali murid dibuat resah setelah ditemukan belatung di dalam menu puding stroberi yang dibagikan kepada siswa, Selasa (3/3/2026).

Temuan tersebut pertama kali mencuat dari laporan wali murid yang kemudian menyebar di grup percakapan orang tua. Salah satu wali murid, Melati (nama samaran), membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengaku menerima pesan pribadi dari wali murid lain yang menyebut puding yang diterima anaknya terdapat belatung.

Baca Juga : Suhat Malang Banjir Saat Hujan, Warga Pertanyakan Proyek Drainase Pemprov Jatim Rp32 Miliar

“Itu kejadian hari ini, ada belatungnya. Jadi awalnya ada wali murid japri saya, bilang pudingnya ada belatungnya dan benar saja,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, temuan itu bukan hanya terjadi di satu kelas. Ia menyebut keluhan datang dari beberapa jenjang kelas berbeda. “Banyak wali murid yang bilang, ini bukan kelas 6 saja. Tapi kelas 3 dan lainnya juga,” ungkapnya.

Dari video yang beredar di kalangan wali murid, terlihat puding stroberi dalam kondisi keruh dengan belatung di dalamnya. Bunga menduga bahan yang digunakan tidak dibersihkan dengan baik sebelum diolah. “Kayaknya gak di cuci itu mas. Kelihatan kotor stroberinya,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah segera mengeluarkan pengumuman melalui grup WhatsApp orang tua siswa. Dalam pemberitahuan itu, menu puding stroberi dinyatakan tidak layak konsumsi dan diminta untuk dibuang.

“Kata pihak sekolah ini Urgent, puding stroberi itu tidak layak dikonsumsi, karena ada temuan belatung. Jadi dibuang saja,” tuturnya.

Menu MBG di sekolah tersebut diketahui disuplai oleh SPPG Tulusrejo 2, yang menjadi mitra penyedia makanan bagi sejumlah sekolah di Kota Malang. Bunga pun secara tegas meminta adanya evaluasi serius terhadap dapur penyedia tersebut.

“Kalau menunya kayak gini, mending stop saja, kasian anak-anak kalau sampai ada apa-apa,” tegasnya.

Tak hanya soal puding berbelatung, Bunga mengaku persoalan kualitas menu MBG sudah beberapa kali ia keluhkan. Bahkan, ia menyebut ini merupakan keluhan keempat sejak program berjalan di sekolah anaknya.

“Ini yang jadi masalah dapurnya kayaknya. Di SPPG Tulusrejo 2 itu, karena ini sudah keempat kali saya keluhkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pada awal pelaksanaan MBG, sekolah lain menerima susu UHT dalam kemasan. Namun di sekolah anaknya, susu yang diberikan berupa susu murni yang direbus dan dikemas ulang ke botol kecil.

Baca Juga : Tak Hanya Kolak, Ini 9 Kuliner Khas Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia yang Wajib Dicoba

“Kan kita tidak tahu itu higienis atau tidak. Waktu dikasih susu itu, ada beberapa anak termasuk anak saya sakit perut,” ungkapnya.

Setelah dilakukan komplain, susu tersebut akhirnya diganti dengan susu UHT. Namun, keluhan kembali muncul pada menu berikutnya seperti ubi kukus dan kacang rebus yang dinilai belum matang sempurna. “Kok bisa dikasih begitu saja, belum matang,” katanya.

Ia juga menyoroti menu setrup nanas yang diterima siswa beberapa waktu lalu. Menurutnya, kondisi nanas sudah benyek dengan air yang tampak keruh.

“Kemarin dapat setrup nanas, nanasnya sudah benyek dan airnya keruh. Ada tulisan disimpan di kulkas, tapi kita tidak tahu semua wali murid punya kulkas atau tidak,” jelasnya.

Sejak anaknya sempat mengalami sakit perut usai mengonsumsi menu MBG, Bunga mengaku memilih untuk tidak lagi membiarkan anaknya menyantap makanan dari program tersebut. Setiap kali menerima paket MBG, ia langsung membuangnya.

“Setelah kejadian itu, tidak pernah anak saya konsumsi. Selalu saya buang langsung. Daripada kenapa-kenapa,” tegasnya.

Temuan belatung dalam puding stroberi ini membuat para wali murid semakin khawatir. Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait standar kebersihan dan kualitas makanan yang disuplai.

“Kalau memang tidak pantas dan menunya seperti ini, stop saja. Kasihan anak-anak. Daripada keracunan. Kalau mau dilanjutkan ya yang benar, gizinya benar-benar ada dan kualitasnya dijaga,” ucapnya.


Topik

Peristiwa kota malang menu mbg puding sppg tulusrejo 2



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa