Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

SPPG di Malang Barat Keluhkan Pasokan Telur Ayam Kurang, Dorong Percepatan Penerbitan SLHS

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Yunan Helmy

01 - Mar - 2026, 14:42

Placeholder
Koordinator Kecamatan SPPG Kasembon Fikri Haikal (berdiri memegang mikrofon) saat menyampaikan keluhan selama penyelenggaraan program MBG kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Jumat (27/2/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Malang Barat, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, mengalami kekurangan pasokan telur ayam untuk penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kurang cepatnya penerbitan SLHS (sertifikat laik higiene sanitasi) bagi setiap SPPG.

Kondisi kurangnya pasokan telur ayam dan kurang cepatnya penerbitan SLHS di wilayah Kecamatan Kasembon ini disampaikan langsung oleh Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kasembon Fikri Haikal kepada Bupati Malang HM. Sanusi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Pasokan Pengairan Sawah 4 Desa Terkendala Akibat Sungai Tertimbun Longsor

Fikri menyebut, kondisi kurangnya pasokan telur ayam di Kecamatan Kasembon membuat pihaknya harus membeli telur ayam dari Kabupaten Blitar maupun dari Kabupaten Kediri. 

"Kondisi terkait bahan baku di lapangan, kami mengalami kesulitan. Terlebih kami di wilayah Malang Barat, untuk komoditas telur ayam kami mengambil dari kabupaten sebelah. Seperti dari Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri," ungkap Fikri. 

Menurut dia, meskipun sudah ada mitra atau supplier SPPG dari wilayah Kecamatan Kasembon untuk memenuhi kebutuhan telur ayam, tetapi jumlahnya masih belum mencukupi untuk penyelenggaraan Program MBG di Kecamatan Kasembon. 

Selain itu, ia  menyampaikan keluhan terkait  penerbitan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) untuk masing-masing SPPG. Ia menilai, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang telah memberikan pelayanan yang baik, namun penerbitan SLHS tidak bisa dipercepat dikarenakan antrean yang cukup panjang.

Pasalnya, menurut dia, epemilikan SLHS merupakan suatu hal yang wajib bagi setiap SPPG agar dapat beroperasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Terlebih lagi, dengan kepemilikan SLHS juga menjadi wujud komitmen dari masing-masing SPPG untuk menjaga kebersihan tempat, fasilitas pendukung di SPPG, peralatan masak, peralatan makan, bahan baku pangan, hingga proses pendistribusian paket MBG ke masing-masing penerima manfaat. 

Baca Juga : Gubernur Jatim Serahkan Bantuan Rp 5,26 Miliar ke Warga Banyuwangi

"Terkait dengan antrean penerbitan SLHS mungkin juga bisa dibantu agar lebih mudah dan cepat. Karena kami di SPPG juga dituntut segera melengkapi SLHS itu," tegas Fikri. 

Lebih lanjut, ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dapat memberikan solusi terbaik untuk persoalan terkait pemenuhan pasokan telur ayam di wilayah Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang serta percepatan penerbitan SLHS bagi masing-masing SPPG. Pasalnya, bahan pangan telur ayam serta kepemilikan SLHS tersebut sangat dibutuhkan untuk memperlancar penyelenggaraan program MBG. 


Topik

Peristiwa MNG Makan Bergizi Gratis SPPG Malang Barat kekurangan telur Kabupaten Malang SLHS



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy