JATIMTIMES - Identitas terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban mengalami luka parah di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Jumat (6/2/2026) telah diketahui polisi. Hingga kini, Selasa (10/2/2026), polisi masih mengejar keberadaan terduga pelaku yang kabur usai melukai leher korban menggunakan pisau tersebut.
"Setelah menerima laporan, jajaran Polsek Gondanglegi bersama Satreskrim Polres Malang langsung melakukan rangkaian penyelidikan," ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar.
Baca Juga : Mayat Pria Ditemukan di Bekas Gudang Es Lamongan
Dalam penyelidikan itulah, polisi melakukan olah tempat Klkejadian perkara (TKP), termasuk menghimpun keterangan dari sejumlah saksi. Hasilnya, identitas terduga pelaku kini telah dikantongi dan masih diburu.
"Saat ini Polres Malang masih mengejar pelaku. Identitasnya sudah kami ketahui. Tim di lapangan terus bergerak untuk memburu yang bersangkutan (terduga pelaku, red),” ujar Bambang.
Sebagaimana diberitakan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kejadiannya di sebuah rumah warga di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Data kepolisian mengungkapkan, korban penganiayaan merupakan seorang pria berinisial I. Korban berusia 30 tahun tersebut merupakan warga Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Sementara pelaku penganiayaan telah melarikan diri usai diduga menggorok leher korban dari belakang dengan menggunakan pisau. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian leher dan jari tangan sebelah kiri.
"Pakaian korban yang berlumuran darah juga telah kami amankan sebagai barang bukti," ujar Bambang.
Baca Juga : Viral Pencuri Helm Terjebak Macet Usai Konser Diduga Mahasiswa Polinema?
Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan medis secara intensif akibat luka yang dideritanya. "Kami juga sudah mengajukan visum terhadap korban dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Semua langkah ini untuk memperkuat proses penyelidikan,” jelasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum menyampaikan motif di balik penganiayaan itu. Sebaliknya, polisi masih fokus mengejar keberadaan pelaku sehingga nantinya motifnya juga bisa segera terungkap. "Kami pastikan pelaku akan kami kejar sampai tertangkap," pungkas Bambang.
Di sisi lain, dugaan aksi penganiayaan tersebut juga sempat viral di media sosial. Berdasarkan rekaman CCTV yang di posting oleh sejumlah akun Instagram menunjukkan kepanikan warga diduga sesaat setelah terjadinya penganiayaan. Pada akhir video yang kini viral tersebut juga nampak sosok diduga korban yang tak berdaya sesaat setelah kejadian.
Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun akun Instagram @gdlstory dari warga, motif penganiayaan diduga karena masalah asmara. "Kronologi keributan dari warga diduga masalah asmara. Untuk lebih lengkap menunggu pihak berwajib," tulisnya.
