DLH Kota Malang Akui Kekurangan Armada, Harap Bank Sampah Jadi Penyelamat

Reporter

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

30 - Mar - 2026, 12:14

Armada sampah yang dimiliki DLH Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengakui jumlah armada pengangkut sampah masih belum memenuhi kebutuhan ideal. Meski demikian, upaya penambahan armada tetap dilakukan secara bertahap sambil mendorong pengurangan sampah dari sumbernya.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 direncanakan ada penambahan satu unit armada. Saat ini, total armada yang dimiliki berada di kisaran 48 unit dan akan bertambah menjadi 49 unit.

Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025

“Di 2026 ada satu penambahan armada. Saat ini total ada 48, tambah 1 jadi 49. Itu dari APBD,” ujar Raymond.

Namun, Raymond menjelaskan bahwa jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Dengan total sekitar 78 Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Malang, idealnya setiap TPS memiliki satu armada pengangkut.

“Dari 78 TPS, idealnya 1 TPS 1 kendaraan. Kita sekarang ada 48, kurang separuh,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat DLH tidak hanya bergantung pada penambahan armada, tetapi juga mengupayakan strategi lain untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPS. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan peran bank sampah di tingkat masyarakat.

Saat ini, jumlah bank sampah di Kota Malang mencapai sekitar 500 hingga 520 unit. Namun, yang aktif hanya sekitar 320 unit, sementara sekitar 200 lainnya dalam kondisi tidak aktif.

“Tetapi yang aktif itu sekitar 320. 200-an itu yang sudah non-aktif,” paparnya.

Baca Juga : Dukung Program 1.000 Sarjana, Bank Jatim Cabang Batu Serahkan CSR Rp 236 Juta untuk Beasiswa

DLH berharap bank sampah yang berada di lingkungan RT dan RW dapat kembali diaktifkan. Dengan begitu, pengelolaan sampah bisa dilakukan sejak dari sumbernya dan mengurangi beban pengangkutan ke TPS.

“Kita nanti berharap ke depan bank sampah yang ada di RT/RW itu bisa aktif kembali sehingga mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS,” pungkasnya.