DLH Kota Malang Putar Otak, Pasokan Sampah di Supiturang Bertambah jelang Lebaran
Reporter
Riski Wijaya
Editor
A Yahya
19 - Mar - 2026, 10:54
JATIMTIMES - Lonjakan sampah jelang Lebaran kembali menjadi “alarm tahunan” bagi Kota Malang. Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supiturang, gunungan sampah terlihat kian meluas, menandakan tekanan yang semakin berat di hilir pengelolaan sampah.
Kondisi ini tak luput dari perhatian Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Ia turun langsung meninjau belum lama ini. Ia berusaha memastikan kesiapan sistem pengelolaan menghadapi lonjakan yang diprediksi meningkat tajam.
Baca Juga : THR Anak Cepat Habis? Ini Cara Mengatur Angpau Lebaran Anak Menurut Psikolog dan Perencana Keuangan
Menurut Gamaliel, peningkatan volume sampah menjelang Hari Raya Idulfitri memang menjadi fenomena rutin. Aktivitas konsumsi masyarakat yang melonjak, mulai dari sisa makanan hingga kemasan sekali pakai, menjadi penyumbang utama.
“Menjelang Lebaran seperti sekarang, volume sampah rumah tangga pasti naik. Ini harus kita antisipasi dengan serius,” ujarnya.
Data DLH menunjukkan, kenaikan volume sampah saat momen Lebaran bisa jauh melampaui hari normal. Jika tidak diimbangi pengelolaan optimal, kondisi ini berisiko memperparah tekanan terhadap TPA Supiturang yang selama ini sudah menghadapi keterbatasan kapasitas.
Dalam peninjauan tersebut, Gamaliel tidak hanya melihat kondisi gunungan sampah, tetapi juga mengecek kesiapan operasional. Mulai dari alat berat, pengaturan zona pembuangan, hingga kesiapan petugas di lapangan menjadi fokus evaluasi.
Untuk meredam potensi penumpukan, DLH menyiapkan sejumlah langkah cepat. Salah satunya dengan menambah ritasi angkutan sampah dan memperketat pengawasan di titik-titik strategis kota.
“Kami minta seluruh jajaran siaga. Ritasi pengangkutan ditingkatkan agar tidak terjadi penumpukan,” tegasnya.
Tak hanya itu, layanan kebersihan dipastikan tetap berjalan selama libur Lebaran. Petugas penyapu jalan hingga pengangkut sampah akan tetap bekerja dengan sistem bergantian.
“Petugas tetap kami siagakan penuh, hanya sistemnya bergantian libur. Jadi pelayanan tetap berjalan,” jelasnya.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Namun, Gamaliel menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Peran masyarakat menjadi kunci penting, terutama dalam mengurangi sampah dari sumbernya.
Ia mengimbau warga mulai memilah sampah rumah tangga serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama momen Lebaran.
“Kalau dari hulunya tidak ditekan, beban di TPA akan semakin berat,” katanya.
Di sisi lain, TPA Supiturang masih dibayangi persoalan klasik, mulai dari keterbatasan lahan hingga potensi dampak lingkungan. Karena itu, DLH terus mendorong penguatan program pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle) serta sistem terpadu.
Melalui peninjauan langsung ini, Pemkot Malang ingin memastikan lonjakan sampah jelang Lebaran tetap terkendali. Harapannya, perayaan Idulfitri tetap berlangsung nyaman tanpa dibayangi persoalan kebersihan.
“Ini bukan hanya soal kebersihan kota, tapi juga kenyamanan dan kesehatan warga,” pungkasnya.
