Didampingi Petinggi AEPW, Bupati Sanusi Resmikan MRF dan Canangkan Gerakan ASRI di TPA Paras Poncokusumo

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy

12 - Mar - 2026, 07:46

Bupati Malang HM. Sanusi (tengah) bersama Vice President of Global Program and Circularity AEPW Ted Toth beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Malang di TPA Paras Poncokusumo, Kabupaten Malang, Kamis (12/3/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Vice President of Global Program and Circularity Alliance End to Plastic Waste (AEPW) Ted Toth meresmikan mini Material Recovery Facility (MRF) di UPT Pengolahan Persampahan Tumpang. Sanusi juga mencanangkan Program Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Paras Poncokusumo. 

Dalam peresmian mini MRF dan pencanangan Program Gerakan Indonesia ASRI itu, juga  hadir Ketua TP PKK Kabupaten Malang Anis Zaidah Sanusi, Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang Tantri Bararoh, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman, Pimpinan PT Milion Limbah Indonesia Alex Chandra, serta camat se-Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Ramalan Zodiak 20 Maret 2026: Aries Penuh Keberanian, Taurus Diminta Fokus Prioritas

Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, seiring dengan bertumbuhnya jumlah penduduk di Kabupaten Malang yang menempati urutan kedua terbanyak se-Provinsi Jawa Timur, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, serta perubahan pola konsumsi masyarakat, memberikan dampak langsung pada volume timbulan sampah setiap harinya. 

Menurut Sanusi, di tengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini menuntut adanya pendekatan pengelolaan sampah yang lebih progresif dan berkelanjutan. Ia menegaskan, saat ini pengelolaan sampah tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan pengangkutan dan pembuangan saja, tetapi harus diarahkan pada upaya pengurangan, pemilahan, serta pemanfaatan kembali material sampah yang masih memiliki nilai guna sejak dari sumbernya.

"Hadirnya MRF UPT Pengelolaan Persampahan Tumpang merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Malang dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, efisien dan berorientasi pada pemulihan sumber daya," ungkap Sanusi, Kamis (12/3/2026). 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu juga menargetkan MRF ini dapat berfungsi sebagai pusat pemilahan dan pengolahan sampah. Sehingga material sampah yang masih memiliki nilai ekonomis dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang. Sedangkan volume sampah residu yang harus dibuang ke tempat pemprosesan akhir (TPA) dapat semakin diminimalkan.

Menurut dia, target itu ke depan juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengelolaan sampah yang menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen secara nasional.

"Semoga upaya pengurangan sampah di Kabupaten Malang dapat semakin optimal sekaligus mendukung terciptanya pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan," ungkap Sanusi. 

Lebih lanjut, di lokasi yang sama, Sanusi bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Malang juga telah mencanangkan Program Gerakan Indonesia ASRI untuk di wilayah Kabupaten Malang. Hal ini sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penuntasan masalah sampah di masing-masing kabupaten/kota. 

Baca Juga : Tanggapi dengan Sindiran Halus, Wali Kota Malang Nikmati 'Desa Malang' di Matos

"Gerakan ini merupakan upaya untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan, kesehatan, serta kualitas lingkungan hidup," kata Sanusi. 

Pihaknya juga mengajak seluruh jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang, pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, dunia pendidikan, dunia usaha serta masyarakat luas Kabupaten Malang untuk dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam menyukseskan Program Gerakan Indonesia ASRI. 

"Sehingga tercipta lingkungan yang tidak hanya bersih, tetapi juga sehat dan nyaman untuk ditinggali. Mari berkomitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan Kabupaten Malang yang bersih, sehat dan berkelanjutan," jelas Sanusi. 

Sementara itu, Sanusi menyebut, bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di Kabupaten Malang tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana saja, tetapi juga sangat bergantung pada perubahan perilaku serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. 

"Edukasi, sosialisasi dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan," pungkas Sanusi.