Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Bolehkah Gabungkan Niat Puasa Zulhijah dengan Qadha Ramadan? Ini Hukumnya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

29 - May - 2025, 06:53

Placeholder
Ilustrasi puasa. (Foto dari Pixabay)

JATIMTIMES - Kalender Hijriah sudah memasuki bulan terakhir atau bulan ke-12 yaitu Zulhijah. Pada bulan ini terdapat sejumlah momen penting seperti perayaan Hari Raya Idul Adha atau lebaran haji. 

Pada bulan Zulhijah, umat Muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah Zulhijah. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW berikut ini:

Baca Juga : 261 Petugas Diterjunkan, Pemkab Blitar Kawal Kurban Tetap Halal dan Sehat

Rasulullah bersabda: "Tidak ada hari di mana amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Zulhijah. Para sahabat bertanya: 'Tidak juga dari jihad fi sabilillah?' Beliau menjawab: 'Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satupun dari keduanya."

Selain itu, dalam keterangan lainnya Rasulullah SAW menjelaskan bahwa menunaikan ibadah puasa sehari di bulan Zulhijah setara dengan mengerjakan ibadah selama setahun. Sebagaimana keterangan dalam HR At-Tirmidzi berikut ini:

"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar" (HR At-Trmidzi).

Meski bulan Ramadan telah berselang beberapa bulan dari Zulhijah, namun masih banyak yang belum membayar hutan puasanya. Pada kesempatan ini, banyak orang yang ingin melakukan puasa sunah Zulhijah sekaligus membayar puasa Qadha Ramadan. Memangnya boleh? 

Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Sunah Zulhijah

Dilansir dari laman NU Online, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU Ustaz Al-Hafiz Kurniawan menyampaikan bahwa menggabungkan niat puasa Qadha Ramadan dengan puasa sunah Tarwiyah (8 Zulhijah) atau Arafah (9 Zulhijah) tetap sah secara syariat. Bahkan, pelakunya tetap bisa mendapatkan pahala puasa sunnah di hari tersebut.

Hal ini sebagaimana penjelasan Syekh Zakariya Al-Anshari dalam Asnal Mathalib yang menyebut bahwa seseorang yang berpuasa pada hari yang memiliki nilai sunah dengan Qadha atau nazar tetap memperoleh pahala puasa sunah juga. Pandangan ini telah ditegaskan pula oleh ulama lainnya seperti Al-Barizi, Al-Ushfuwani, dan Al-Faqih Abdullah An-Nasyiri.

Sementara itu, Buya Yahya dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV menjelaskan seseorang boleh mendahulukan puasa sunnah meskipun masih memiliki utang puasa Ramadan. Namun, yang lebih utama adalah membayar utang puasa terlebih dahulu, karena itu termasuk kewajiban dan pahalanya lebih besar.

Terkait niat, Buya Yahya menegaskan jika ingin melakukan qadha puasa Ramadan di hari-hari Zulhijah, niatnya harus khusus untuk qadha. Tidak boleh digabungkan dengan niat puasa sunnah lainnya. Hal ini karena puasa wajib (seperti qadha) tidak bisa digabung dengan niat puasa lain. Sebaliknya, puasa sunnah boleh digabung dengan niat puasa sunnah lainnya.

Dengan demikian, menurut penjelasan Buya Yahya, menggabungkan niat puasa qadha dan puasa sunnah tidak sah.

Kesimpulannya dari kedua penjelasan diatas, menggabungkan niat ini lebih baik dilakukan oleh mereka yang ingin mengejar kebaikan dari puasa Zulhijah tanpa meninggalkan kewajiban qadha. Jika ingin mendapatkan pahala penuh dari kedua jenis puasa, ulama tetap menyarankan untuk melakukannya secara terpisah.

Adapun tata caranya cukup sederhana, yakni cukup berniat di malam hari untuk berpuasa qadha Ramadan dan berharap juga mendapatkan keutamaan puasa Zulhijah. Niat bisa dilakukan dalam hati tanpa perlu diucapkan secara lisan, sesuai dengan ketentuan dalam fikih Islam.

Puasa Zulhijah sendiri dimulai dari tanggal 1 hingga 9 Zulhijah, dengan puncaknya pada puasa Arafah di tanggal 9.

Baca Juga : Satu Jemaah Haji Usia 92 Tahun Asal Kabupaten Malang Wafat, Disalatkan di Masjidil Haram Mekkah

Niat Puasa Zulhijah dan Puasa Qadha Ramadan

Berikut ini bacaan niat puasa Zulhijah dan qadha Ramadan yang dapat dilafalkan saat hendak melaksanakan ibadah puasa tersebut:

1. Niat Puasa Zulhijah

Mengutip dari buku "Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya" karya Khalifa Zain, berikut ini bacaan niat puasa Zulhijah lengkap Arab, Latin, dan artinya.

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٌ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma syahru Zulhijah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat puasa bulan Zulhijah, sunnah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Qadha Ramadan

Adapun niat puas qadha Ramadan yang bisa dibacakan berikut ini sebagaimana yang dinukil dari laman Kementerian Agama (Kemenag RI):

وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadāna lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT."


Topik

Agama Zulhijah puasa zulhijah Qadha Ramadan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni