JATIMTIMES – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu salah satunya dimeriahkan melalui gerak jalan sehat di Balai Kota Among Tani, Jumat (28/8/2026). Di tengah kemeriahan kostum merah putih dan pembagian doorprize, jalan sehat dikemas dengan aksi penggalangan dana bagi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta aksi pungut sampah.
Pelibatan ratusan aparatur sipil negara (ASN) dari jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam kegiatan olahraga bersama ini menuntut komitmen riil tak sekadar seremoni tahunan rutin. Dorongan aksi kepedulian sosial di lingkungan birokrasi dinilai harus menghasilkan transparansi alokasi bantuan konkret, bukan sebatas pelengkap acara.
Baca Juga : BPJS Kesehatan Bersama Pemkot Malang Perkuat Validasi Data, 46.153 Data Tidak Valid Segera Non-Aktif
Wali Kota Batu Nurochman membuka secara langsung rute gerak jalan yang menyusuri kawasan Balai Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, Desa Sumberejo, hingga Jalan Indragiri.
"Selain aksi penggalangan dana bencana, panitia menyisipkan kompetisi pengumpulan sampah terbanyak di sepanjang rute untuk memicu kepedulian lingkungan para pegawai," ungkap Nurochman.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu Aries Setiawan mengonfirmasi bahwa perpaduan olahraga dan aksi sosial ini dirancang untuk memupuk kebugaran sekaligus solidaritas antar-instansi. Kendati demikian, publik menyoroti agar aksi pemungutan sampah dan bantuan kemanusiaan tersebut tidak berhenti sebagai ajang formalitas demi mengejar doorprize atau kepopuleran di media sosial.
"Selain menjadi sarana menjaga kebugaran dan solidaritas antar-instansi, kegiatan ini diisi aksi sosial kepedulian bersama untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah gempa di NTT," ujar Aries.
Baca Juga : Tips Makeup agar Wajah Cerah Tanpa Terlihat Abu-Abu, Ternyata Cukup Pakai Ini
Penggunaan kriteria penilaian seperti jumlah like di media sosial dan foto terbaik untuk perebutan hadiah SKPD turut memicu kritik terkait fokus utama perayaan kemerdekaan. Penekanan pada konten digital dikhawatirkan mengaburkan esensi gotong royong dan kepedulian lingkungan yang seharusnya menjadi perilaku harian birokrasi.
"Selanjutnya Pemkot Batu melakukan penyaluran hasil penggalangan dana bencana NTT secara akuntabel juga pengolahan sampah pasca-kegiatan," imbuhnya.
