JATIMTIMES – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah wajah pendidikan. Teknologi ini tak hanya menjadi alat bantu mencari informasi, tetapi juga membuka ruang baru bagi guru untuk merancang pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai kebutuhan siswa.
Peluang itu yang dibawa mahasiswa Kelompok 02 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar ke UPT SDN Kalipucung 02, Jumat, 14 Agustus 2026. Mereka menggelar sosialisasi pemanfaatan AI untuk memperkuat kompetensi guru menghadapi perubahan pembelajaran di era digital.
Baca Juga : 2.110 WBP di Malang Terima Remisi HUT ke-81 RI, 21 Orang Langsung Bebas
Kegiatan bertajuk Optimalisasi Literasi dan Numerasi melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran di Era Digital tersebut digelar setelah mahasiswa KKN mengikuti upacara Hari Pramuka bersama guru dan siswa UPT SDN Kalipucung 02.
Sosialisasi menghadirkan Saiful Nur Budiman, S.Kom., M.Kom. sebagai pemateri utama. Guru dan tenaga kependidikan dikenalkan pada pemanfaatan teknologi AI sebagai salah satu instrumen pendukung pembelajaran, terutama untuk membantu penguatan literasi dan numerasi siswa.
Program ini dirancang bukan sekadar memperkenalkan teknologi baru. Mahasiswa KKN Unisba Blitar ingin mendorong peningkatan kapasitas pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menggunakannya secara tepat dalam proses belajar mengajar.
Kepala UPT SDN Kalipucung 02 Kadir, S.Pd. bersama jajaran sekolah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi mahasiswa dan sekolah ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan yang berkembang di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata pendidikan di tingkat sekolah dasar.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pembelajaran,” kata Kadir.
AI Mendukung Guru, Bukan Menggantikan Perannya

Program mahasiswa Kelompok 02 KKN Unisba Blitar turut mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Indari Umayah, S.Ak., M.M. dan Sutowo, S.Sos., M.A.P.
Sutowo mengatakan perkembangan teknologi digital membuat dunia pendidikan bergerak cepat. Karena itu, pendidik perlu memahami perubahan tersebut agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kita menyadari bahwa dunia pendidikan saat ini terus mengalami perubahan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Kehadiran AI bukan lagi sekadar konsep masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan dan mulai memberikan pengaruh terhadap proses pembelajaran,” kata Sutowo.
Baca Juga : Khidmat di Pasren Garuda, Saat Merah Putih Berkibar dalam Upacara HUT ke-81 RI di Desa Wates
Menurut dia, kemampuan menggunakan AI perlu dibarengi kecakapan dalam menilai informasi. Teknologi tidak semestinya digunakan secara serampangan. Guru tetap memegang peran sentral dalam menentukan arah, tujuan, dan nilai yang ditanamkan melalui proses pendidikan.
Sutowo menegaskan pemanfaatan AI harus berpijak pada etika, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kritis. Tiga aspek tersebut penting agar kemudahan yang ditawarkan teknologi tidak menggeser esensi pendidikan.
“Pemanfaatan AI harus tetap dilandasi etika, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis. Nilai karakter serta kebijaksanaan seorang guru merupakan bagian yang tidak tergantikan dalam proses pendidikan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, KKN Unisba Blitar menjadi jembatan transfer pengetahuan dari kampus ke sekolah. Pemanfaatan AI secara bijak diharapkan membantu guru mengembangkan pembelajaran yang adaptif sekaligus memperkuat literasi, numerasi, dan karakter siswa.
