JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mendorong seluruh perangkat daerah untuk dapat memperkuat budaya inovasi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kabupaten Malang.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar saat menghadiri kegiatan Penguatan Budaya Inovasi dan Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah dalam rangka Innovative Government Award (IGA) 2026 di Pendapa Kabupaten Malang.
Baca Juga : Banyak Anak di Kota Batu Belum Dapat Kepastian Hukum, PA Dorong Pengajuan Penetapan Asal Usul
Budiar menyampaikan, keterlibatan aktif seluruh peserta menjadi modal penting dalam membangun ekosistem inovasi di Kabupaten Malang. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada agenda seremonial, melainkan mampu mendorong lahirnya berbagai terobosan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, inovasi dan kreativitas menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan di era modern. Terobosan yang lahir dari proses inovasi diharapkan mampu memperbaiki kualitas pelayanan publik, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan secara terus-menerus.
Pihaknya menyebut, Pemkab Malang juga memiliki dasar regulasi untuk mengembangkan inovasi. Salah satunya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah yang memberikan ruang bagi daerah untuk menciptakan berbagai pembaruan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
"Namun sering kali kita memandang inovasi sebagai sesuatu yang besar dan rumit. Padahal sesungguhnya inovasi dapat dimulai dari hal sederhana, yaitu keberanian melihat persoalan secara berbeda dan menghadirkan solusi yang lebih baik bagi masyarakat dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Budiar, Kamis (23/7/2026).
Ia menilai, penilaian Indeks Inovasi Daerah melalui ajang IGA bukan semata-mata tentang mengejar penghargaan. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus mengevaluasi kualitas pelayanan dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.
"Ajang ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga sarana memotivasi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Budiar.
Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa Kabupaten Malang sendiri telah konsisten mengikuti penyelenggaraan IGA sejak pertama kali digelar. Bahkan, Kabupaten Malang juga telah pernah mendapatkan predikat Terinovatif.
Mantan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu menuturkan, capaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa keterlibatan berbagai pihak. Sinergi perangkat daerah, dukungan sektor swasta, partisipasi masyarakat, serta pembinaan dari pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan inovasi di Kabupaten Malang.
Baca Juga : UIN Malang Tembus Top 100 Webometrics, Bukti Daya Saing PTKIN Kian Menguat
"Terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terus mendukung pengembangan inovasi daerah. Semoga tahun ini Kabupaten Malang kembali mendapat predikat Kabupaten Terinovatif," kata Budiar.
Sementara itu, menurut Budiar sebuah inovasi tidak cukup hanya menawarkan sesuatu yang baru. Keberlanjutan program, dampak yang dihasilkan, serta ketepatan solusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat juga menjadi ukuran penting keberhasilan inovasi.
Oleh karena itu, setiap perangkat daerah didorong untuk terus mengembangkan terobosan sesuai dengan persoalan dan kebutuhan di lapangan. Pihaknya juga menilai penguatan inovasi membutuhkan dukungan ekosistem yang memungkinkan berbagai pihak untuk terlibat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, akademisi, komunitas, dan media menjadi salah satu pendekatan yang dinilai penting. Konsep multiple helix collaboration tersebut diharapkan mampu memperluas ruang kerja sama dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
"Melalui pendekatan ini, inovasi daerah dapat menjadi pengungkit percepatan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menghadirkan solusi kreatif atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," pungkas Budiar.
