Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pemkab Malang Komitmen Perkuat dan Kembangkan Produksi Susu Nasional 

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : A Yahya

22 - Jul - 2026, 12:48

Placeholder
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib (memegang microphone) saat memaparkan potensi Kabupaten Malang dalam Rapat Koordinasi Strategis Sektor Strategis yang dipimpin oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq di Hotel Grand Mercure Malang, Selasa (21/7/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berkomitmen untuk memperkuat dan mengembangkan berbagai inovasi yang ada dalam rangka meningkatkan produksi susu nasional sebagai wujud penguatan ketahanan pangan serta gizi nasional. 

Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyampaikan, Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah penghasil susu sapi yang cukup besar di Provinsi Jawa Timur. Ia menyebut, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan industri pengolahan susu, koperasi, serta peternak merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan produktivitas sapi perah untuk menghasilkan susu yang berkualitas. 

Baca Juga : Wamenko Pangan akan Jadikan Sistem Closed-Barn untuk Tingkatkan Produktivitas Sapi Perah Nasional 

Pihaknya juga mengapresiasi bantuan sapi perah impor yang diberikan oleh Nestlé Indonesia kepada koperasi-koperasi di Kabupaten Malang. Di mana pada 15 Februari 2026 lalu, Koperasi SAE Pujon mendapatkan bantuan sapi perah impor sebanyak 30 ekor dan KUD Sumber Makmur Ngantang juga mendapatkan bantuan sapi perah impor 30 ekor. 

"Harapannya, bantuan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi para peternak untuk terus mengembangkan usaha persusuannya," ungkap Lathifah. 

Menurut Lathifah, pengembangan sektor persusuan memiliki dampak yang lebih luas daripada hanya sekadar meningkatkan volume produksi susu. Sektor tersebut juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan yang selama ini dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah.

Pihaknya mengatakan, beberapa wilayah seperti di Kecamatan Pujon, Ngantang, Jabung, hingga kawasan di sekitar industri pengolahan susu dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Terlebih, kebutuhan susu nasional diperkirakan semakin meningkat seiring dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Sekarang geliat ekonomi di sektor persusuan mulai tumbuh. Tidak hanya KUD yang bergerak, tetapi juga mulai bermunculan industri rumah tangga yang mengolah susu menjadi produk kemasan praktis dan mampu dipasarkan hingga luar Kabupaten Malang," jelas Lathifah. 

Lebih lanjut, Lathifah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan turut serta mengambil bagian dalam pengembangan sektor peternakan sapi perah. Petani maupun buruh tani dinilai dapat memanfaatkan peluang ekonomi tersebut sebagai usaha tambahan yang berpotensi memberikan nilai tambah.

"Peluang usaha di sektor persusuan ini sangat terbuka lebar. Kami ingin memotivasi masyarakat agar memanfaatkan waktu luang untuk ngingu (memelihara) sapi perah, karena sektor ini mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat," kata Lathifah. 

Baca Juga : Peringati Hari Krida Pertanian 2026,Ketua HKTI Magetan Hendrad Subyakto Soroti Regenerasi Petani Dan Efisiensi Biaya

Selain itu, peningkatan produksi susu juga tidak dapat dilepaskan dari kesiapan sektor pendukung, utamanya terkait ketersediaan pakan ternak. Oleh karena itu, aspek ketahanan pakan atau feed security turut menjadi perhatian. 

Lathifah menuturkan, ketersediaan pakan yang memadai dan berkualitas menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas sapi perah. Selanjutnya, keberlanjutan populasi ternak juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar produksi susu nasional dapat ditingkatkan secara konsisten.

Ia menegaskan, Pemkab Malang menyatakan siap mendukung langkah pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan sektor persusuan. Kolaborasi antara pemerintah, peternak, koperasi, industri pengolahan susu, akademisi, hingga pelaku usaha pakan dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem persusuan yang berkelanjutan.

Pihaknya berharap, potensi peternakan sapi perah di Kabupaten Malang dapat semakin dikembangkan. Selain memperkuat posisi sebagai salah satu daerah penyangga pangan dan gizi nasional, pengembangan sektor persusuan di Kabupaten Malang juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan susu berbasis potensi lokal.

"Setiap niat baik pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tentu memiliki tantangan. Namun, kami akan terus mendukung karena program ini manfaatnya benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkas Lathifah. 


Topik

Pemerintahan malang kabupaten malang susu nasional ketahanan nasional lathifah shohib



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya