JATIMTIMES - Penyusunan kurikulum tidak boleh sekadar menggugurkan kewajiban administrasi. Pesan itu menjadi penekanan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama Kota Malang Abdul Mughni saat membuka Workshop Review dan Penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) di MIN 2 Kota Malang, belum lama ini.
Menurut Abdul Mughni, penyusunan KOM harus diawali dengan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kurikulum sebelumnya. Tanpa refleksi yang mendalam, dokumen yang dihasilkan berisiko tidak mampu menjawab kebutuhan nyata madrasah.
Baca Juga : Tahun Ajaran 2026/2027 Dimulai, Ini Aturan Seragam Sekolah SD hingga SMA yang Wajib Diketahui
"Review Kurikulum Operasional Madrasah harus diawali dengan refleksi filosofis atau muhasabah terhadap dokumen yang telah dijalankan selama ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, prinsip tersebut sejalan dengan pesan waltandhur maa qaddamat lighod, yakni melihat kembali apa yang telah dilakukan sebagai bekal menyusun langkah ke depan.
"Bagi saya, masa lalu merupakan laboratorium data. Semua pengalaman itu harus dievaluasi secara objektif agar kita memiliki pijakan yang tepat dalam menentukan arah pengembangan madrasah," katanya.
Melalui evaluasi tersebut, madrasah dapat mengidentifikasi program yang sudah berjalan baik, mengetahui berbagai kelemahan yang masih perlu diperbaiki, sekaligus memetakan target yang belum berhasil dicapai.
"Yang sudah baik harus dipertahankan. Yang masih kurang harus dibenahi. Sementara target yang belum tercapai harus menjadi fokus pada penyusunan kurikulum berikutnya," tegas Abdul Mughni.
Ia juga mengingatkan agar tim penyusun tidak hanya mengadopsi contoh kurikulum dari lembaga lain atau sekadar mengikuti kebijakan nasional secara tekstual. Menurut dia, setiap madrasah memiliki karakteristik, potensi, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda sehingga dokumen kurikulum harus disusun berdasarkan kondisi riil lembaga.
Baca Juga : Manajemen Inventori yang Efektif: Mengapa Integrasi Sistem Menjadi Kunci
Karena itu, Abdul Mughni meminta penyusunan KOM didasarkan pada Analisis Lingkungan Internal (ALI) dan Analisis Lingkungan Eksternal (ALE). "Analisis lingkungan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kurikulum. Dokumen yang baik adalah dokumen yang lahir dari kebutuhan madrasah sendiri, bukan sekadar hasil menyalin dari tempat lain," ujarnya.
Workshop Review dan Penyusunan KOM MIN 2 Kota Malang berlangsung mulai 7 hingga 10 Juli 2026 di aula MIN 2 Kota Malang. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, komite madrasah, serta perwakilan wali murid.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkaya proses penyusunan kurikulum sehingga dokumen yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu menjadi pedoman pembelajaran yang sesuai dengan karakter MIN 2 Kota Malang.
Selama empat hari pelaksanaan workshop, peserta akan mengevaluasi implementasi kurikulum sebelumnya, menyempurnakan berbagai komponen dalam KOM, serta merumuskan strategi implementasi yang dapat diterapkan secara efektif di ruang kelas. Hasil pembahasan itu nantinya menjadi acuan pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran berikutnya.
