Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Fenomena Selebrasi Pascasidang Gen Z Dinilai Cerminkan Pergeseran Makna Kelulusan di Era Digital

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

30 - Jun - 2026, 12:45

Placeholder
Guru Besar yang juga Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof M. Abdul Hamid (ist)

JATIMTIMES – Tradisi merayakan kelulusan setelah sidang skripsi, tesis, maupun disertasi kini berkembang menjadi fenomena sosial yang semakin mencolok di kalangan Generasi Z. Jika dahulu kelulusan identik dengan rasa syukur yang dirayakan secara sederhana bersama keluarga dan teman terdekat, kini momen tersebut kerap disertai sesi pemotretan profesional, buket bunga berukuran besar, balon, selempang, hingga unggahan yang memenuhi berbagai platform media sosial.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof M. Abdul Hamid, menilai perubahan tersebut tidak dapat dipahami hanya dari sudut pandang benar atau salah. Menurutnya, cara Generasi Z mengekspresikan kebahagiaan merupakan bagian dari perubahan sosial yang dipengaruhi perkembangan teknologi digital.

Baca Juga : Sempat Tersisa 15 Kursi Kosong, MKKS Pastikan Kuota SMA Negeri di Kota Batu Kini Terisi Penuh

"Perubahan cara merayakan kelulusan bukan semata menunjukkan perubahan karakter individu, melainkan juga mencerminkan transformasi budaya yang sedang berlangsung," ujar akademisi yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Bahasa Arab ini.

Ia menjelaskan, setiap generasi tumbuh dalam lingkungan sosial yang berbeda. Karena itu, ekspresi kebahagiaan mahasiswa saat menyelesaikan pendidikan tinggi juga mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi informasi dan media sosial.

Menurut Abdul Hamid, dalam kehidupan digital saat ini, sebuah pengalaman sering kali dianggap belum lengkap apabila belum didokumentasikan dan dibagikan kepada publik. Kondisi tersebut membuat perayaan pascasidang tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur, tetapi juga sarana membangun identitas di ruang digital.

Mengacu pada pemikiran sosiolog Erving Goffman, ia menjelaskan bahwa berbagai atribut yang hadir dalam selebrasi kelulusan, seperti toga, buket bunga, balon, dokumentasi profesional, hingga unggahan di media sosial, merupakan simbol yang menunjukkan keberhasilan seseorang menyelesaikan perjalanan akademiknya.

"Yang sedang dipertontonkan bukan hanya keberhasilan akademik, tetapi juga identitas sebagai pribadi yang berhasil menaklukkan perjuangan panjang," katanya.

Abdul Hamid menambahkan, masyarakat saat ini telah memasuki fase ketika dokumentasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman itu sendiri. Kehadiran media sosial membuat pengakuan terhadap sebuah pencapaian tidak lagi berhenti pada lingkungan terdekat, tetapi meluas ke ruang publik melalui komentar, tanda suka, dan berbagai bentuk interaksi digital.

Meski demikian, ia mengingatkan agar euforia perayaan tidak menggeser makna utama pendidikan. Menurutnya, kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan bagi kepentingan masyarakat.

"Merayakan keberhasilan adalah sesuatu yang wajar sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras. Namun selebrasi sebaiknya tidak menggeser makna utama pendidikan itu sendiri, yaitu membangun ilmu pengetahuan, karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial," tegasnya.

Baca Juga : SPPI Tak Lagi Latsarmil, Kemhan Alihkan ke Bela Negara dan Pelatihan Manajerial

Ia juga menilai ukuran keberhasilan seorang lulusan tidak ditentukan oleh banyaknya bunga yang diterima atau ramainya unggahan di media sosial. Esensi pendidikan, kata dia, justru terlihat dari kemampuan lulusan menerapkan ilmu yang dimiliki untuk menjawab persoalan masyarakat serta menjaga integritas dalam kehidupan profesional maupun sosial.

Abdul Hamid optimistis Generasi Z memiliki modal besar untuk berkontribusi bagi bangsa. Kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta kemudahan membangun jejaring dinilai menjadi keunggulan yang harus diimbangi dengan penguatan etika akademik dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, media sosial semestinya tidak hanya menjadi ruang memamerkan pencapaian pribadi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan inspirasi, membangun kolaborasi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Ia menegaskan bahwa setiap zaman memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan keberhasilan. Yang terpenting bukan bentuk selebrasinya, melainkan kesadaran bahwa nilai pendidikan akan selalu lebih panjang usianya dibandingkan euforia yang hanya berlangsung sesaat.

"Bunga akan layu, balon akan mengempis, dan unggahan media sosial perlahan tenggelam oleh konten baru. Namun ilmu pengetahuan, integritas, dan kontribusi nyata kepada masyarakat akan tetap hidup serta menjadi warisan yang sesungguhnya dari seorang insan terdidik," pungkasnya.


Topik

Pendidikan Selebrasi Pascasidang Gen Z Makna Kelulusan Era Digital Dosen UIN Malang UIN Maliki Malang UIN Maulana Malik Ibrahim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan