Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pemkab Sidoarjo Optimistis Sensus Ekonomi 2026 Mampu Tingkatkan Struktur Ekonomi Daerah

Penulis : Nur Hidayah - Editor : Yunan Helmy

11 - Jun - 2026, 10:16

Placeholder
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sidoarjo, Bahrul Amig, saat menyematkan rompi kepada petugas Sensus Ekonomi 2026 .

JATIMTIMES – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor yang akan dilakukan secara door to door pada 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026.

Adapun pembukaan pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 ini dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sidoarjo, Bahrul Amig, yang saat itu mewakili Bupati Sidoarjo H Subandi pada Rabu (10/6) malam di Hotel Fave, Sidoarjo. Bahrul Amig berharap sensus ekonomi ini mampu menghasilkan data informasi yang menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi daerah secara nasional maupun di Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga : Promo Bulan Bung Karno, Graha Bangunan Blitar Hadirkan Diskon hingga Rekomendasi Produk Hunian

Pemkab sidoarjo

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sidoarjo, Bahrul Amig Foto bersama para petugas Sensus Ekonomi 2026

Dalam paparannya Bahrul Amig menyebut bahwa saat ini, perkembangan ekonomi berlangsung sangat cepat. Digitalisasi perubahan pola usaha serta dinamika pasar menuntut pemerintah memiliki data yang akurat guna kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi yang ada dilapangan sesuai dan kongkrit karena data merupakan salah satu sumber yang akurat.

“Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, mulai dari sektor industri, pertanian, perdagangan, pariwisata, jasa, pertambangan hingga UMKM yang terus berkembang. Potensi tersebut perlu didukung dengan data yang lengkap dan terpercaya agar dapat menjadi dasar dalam merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran dan menghasilkan data yang akurat,” ungkap Bahrul Amig saat membuka pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 pada Rabu (10/6/2026) malam.

Menurut dia, melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah akan lebih mudah memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dunia usaha di Kabupaten Sidoarjo melalui data. Tak hanya itu. Perkembangan berbagai sektor usaha, persebaran aktivitas ekonomi, karakteristik pelaku usaha dan potensi-potensi ekonomi lainnya yang harapannya dapat terus dikembangkan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.

“Data yang akurat akan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mewujudkan visi pembangunan kabupaten Sidoarjo serta membangun kemandirian ekonomi pada semua tingkatan mulai dari sektor industri besar, menengah, koperasi usaha mikro dan badan usaha desa berbasis masyarakat untuk memperkuat struktur ekonomi daerah yang kokoh dan berkelanjutan,” urai Bahrul Amig.

Bahrul Amig mengajak seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dia menyebut sensus ini membutuhkan partisipasi serta kerja sama dari pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat l, serta seluruh petugas sensus yang terlibat sebagai petugas penting dalam memastikan data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Tak hanya itu. Usai meresmikan pembukaan pelatihan 1.452 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan memasangkan rompi secara simbolis, Bahrul Amig berpesan kepada para petugas agar mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas dan mengedepankan profesional dalam setiap proses pendataan. Selain itu, petugas sensus diharapkan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pelaku usaha perlu agar proses pengumpulan data dapat berjalan lancar.

Sebelumnya, Bupati Sidoarjo H Subandi pada saat audiensi dengan pihak BPS Sidoarjo juga sangat mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang memiliki peran strategis dalam memetakan kondisi rill perekonomian masyarakat. Menurut bupati, data yang dihasilkan nanti akan menjadi acuan penting dalam menyusun program yang tepat sasaran.

“Kami berharap masyarakat Sidoarjo serta para pelaku usaha di semua sektor berpartisipasi aktif dalam memberikan data yang benar karena hal tersebut akan menentukan kualitas data yang dihasilkan,” ujar dia.

 Terkait hal tersebut, sektor industri di Sidoarjo masih menjadi penopang utama ekonomi daerah dengan kontribusi 51 persen, 35 persen sektor transportasi dan perdagangan, 9 persen sektor pertanian dan 0,8 persen di sektor pertambangan serta sektor lainnya yang juga ikut berkontribusi. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Kabupaten Sidoarjo terus berkembang dan membutuhkan dukungan data yang valid untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil. 

Baca Juga : Beasiswa LPPD Jatim 2026 Buka Akses Santri ke Program STEM hingga Al-Azhar Mesir 

 

Selain itu, data yang valid, menurut Bupati Subandi, mampu mempermudah Kabupaten Sidoarjo dalam pengambilan kebijakan yang tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat dan merata serta menekan peningkatan inflasi daerah.

Senada, Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo Bagyo Trilaksono menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

“Melalui sensus ekonomi, pemerintah dapat melihat perkembangan usaha, persebaran sektor ekonomi, hingga potensi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha, termasuk influencer atau pelaku usaha sektor digital sesuai kriteria yang ditentukan. Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” jelas Bagyo saat diwawancarai dalam pembukaan SE 2026.

Diketahui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 saat ini menggunakan pendekatan teknologi melalui penggunaan big data dan data administrasi untuk prelist usaha, geo-tagging untuk merekam lokasi usaha, gen-AI untuk menjamin keakuratan penentuan KBLI usaha, serta chatbot untuk menjamin kecepatan layanan terkait pertanyaan tentang SE2026 dari para responden.

Bagyo juga menegaskan, seluruh pelaku usaha, mulai dari sektor UMKM hingga usaha menengah besar, baik yang memiliki izin hingga yang belum memiliki izin, bahkan pelaku usaha digital atau para influencer, akan menjadi sasaran pendataan yang berlangsung di 18 kecamatan 28 kelurahan dan 318 desa di seluruh Kabupaten Sidoarjo.

Dalam pembukaan pelatihan calon petugas Sensus Ekonomi 2026 ini, turut hadir Kepala Badan perencanaan Pembangunan daerah (Bapeda) M. Ainur Rahman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Heppy Setia Ning Tias, kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Eri Sadewo beserta tim dan seluruh jajaran tim Badan Pusat astatistic (BPS) Kabupaten Sidoarjo, tim pelaksana Sensus Ekonomi 2026 serta 1.452  petugas Sensus Ekonomi 2026.


Topik

Pemerintahan Sensus Ekonomi 2026 Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nur Hidayah

Editor

Yunan Helmy