Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Beasiswa LPPD Jatim 2026 Buka Akses Santri ke Program STEM hingga Al-Azhar Mesir 

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Yunan Helmy

11 - Jun - 2026, 09:12

Placeholder
Peluncuran program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur tahun 2026.

 

JATIMTIMES  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat investasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) berbasis pesantren melalui peluncuran program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Peluncuran prohram itu berlangsung di Ruang Hayam Wuruk Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Rabu (10/6) petang.

Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan terobosan baru dengan membuka akses beasiswa bagi santri untuk menempuh pendidikan di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM), melengkapi program beasiswa yang selama ini telah mencakup jenjang S1, S2, S3, hingga studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Baca Juga : Kawal MBG, Kornas Pemuda Timur Dukung Penegakan Hukum dan Pengungkapan Mafia

Gubernur Khofifah mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM pesantren sekaligus memperluas diversifikasi profesi santri agar mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan pembangunan masa depan.

"Kita mencoba terus menguatkan kualitas SDM di Jawa Timur lewat diversifikasi akademik dengan memberikan akses bagi para santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur. Program ini sesungguhnya sudah dimulai dari zaman Pak Imam Utomo tahun 2006, dilanjutkan zaman Pakde Karwo. Waktu itu S1, kemudian kita tingkatkan ke S2, kemudian S3, kemudian beasiswa ke Mesir," ujar  Khofifah.

“Tahun ini yang baru lagi adalah santri-santri dari berbagai pondok pesantren sudah mendapat kesempatan untuk bisa masuk pada program dalam payung STEM. Program ini diharapkan bisa menguatkan diversifikasi profesi yang berbasis pesantren," imbuhnya.

 Khofifah menegaskan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi masa depan Indonesia. Karena itu, penguatan kapasitas santri melalui pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan global yang semakin cepat.

Ia bahkan mengutip pandangan ilmuwan dan diplomat internasional Kishore Mahbubani mengenai pergeseran pusat peradaban dunia ke kawasan Asia. Menurut Khofifah, momentum tersebut harus dijawab dengan menyiapkan SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan akar nilai dan karakter kebangsaan.

"Sebetulnya gravitasi peradaban dunia ini sudah saatnya diwarnai oleh Asia. Waktu itu saya sudah sangat sering menyampaikan, tapi yang kemudian akhirnya menangkap ini adalah Korea Selatan. Seandainya kita bersiap jauh lebih awal, jauh lebih lama, kok rasanya peradaban dunia ini gravitasinya itu bisa kita lahirkan dan kita warnai dari Indonesia, terutama Jawa Timur," jelasnya.

Khofifah pun menambahkan, integrasi pendidikan pesantren dengan ilmu-ilmu STEM merupakan bentuk afirmasi yang penting untuk mempercepat lahirnya generasi unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Oleh karena itu, adaptasi dengan ilmu-ilmu STEM dengan dunia pesantren memang sudah harus dilakukan sebagai proses afirmasi. Jadi upaya percepatan atau afirmasi-afirmasi ini rasanya menjadi pintu masuk bagaimana sebetulnya apa yang sudah diprediksi oleh Mahbubani di tahun 2011 ini," ucap dia.

Lebih lanjut, Khofifah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan SDM tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik semata, melainkan juga oleh kemampuan membangun kolaborasi, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis pesantren

"Bukan hanya pendekatan academic achievement, tapi kebermanfaatannya dan peran-peran secara proaktif dalam berbagai sektor. Rasanya kita perlu membangun sinergi demi sinergi, kolaborasi demi kolaborasi, karena ini menjadi bagian penting untuk mengukur  Indeks Pembangunan Manusia. Tentu harapan kita ini bisa memberikan dampak yang lebih konkret bagi peningkatan kehidupan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan," ungkapnya.

Untuk tahun anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui LPPD menyiapkan beasiswa bagi 1.100 calon mahasiswa dan mahasantri. Program tersebut meliputi 60 mahasiswa program marhalah ula (M1) Ma'had Aly, 45 mahasiswa program marhalah tsaniyah (M2) Ma'had Aly, 540 mahasiswa program sarjana (S1) perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS), 285 mahasiswa program magister (S2) PTKIS, dan 80 mahasiswa program doktor (S3) PTKIN/PTKIS.

Selain itu, disediakan 40 beasiswa program sarjana (S1) STEM perguruan tinggi negeri, 20 beasiswa program magister (S2) STEM perguruan tinggi negeri, serta 30 beasiswa program magister (S2) Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Kamis Wage 11 Juni 2026: Hari Baik untuk Boyongan

Program beasiswa tersebut membuka kesempatan bagi para penerima untuk menempuh pendidikan di 64 perguruan tinggi mitra di Jawa Timur maupun Universitas Al-Azhar Kairo yang merupakan salah satu pusat keilmuan Islam terkemuka di dunia.

Khofifah menyampaikan, selama enam tahun terakhir Program Beasiswa LPPD telah menjangkau 7.976 mahasiswa dan mahasantri dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.580 mahasiswa telah lulus program sarjana (S1), 1.325 mahasiswa lulus program magister (S2), serta 64 orang berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral (S3).

Bahkan, hingga tahun 2029 mendatang, Jawa Timur diproyeksikan memiliki tambahan sekitar 250 doktor yang lahir dari program beasiswa tersebut.

"Ini adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat Jawa Timur. Semakin banyak SDM unggul yang lahir dari pesantren, semakin besar pula kontribusinya terhadap pembangunan daerah, bangsa, dan negara," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LPPD Jawa Timur Abd. Halim Soebahar menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian Gubernur Khofifah terhadap pengembangan pendidikan pesantren.

Menurut dia, berbagai inovasi yang dilakukan Pemprov Jawa Timur telah menjadikan program Beasiswa LPPD terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi kalangan pesantren.

"Ada lompatan luar biasa yang terus dilakukan dengan inovasi dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur Jawa Timur dianugerahi pemimpin yang sangat peduli tentang pendidikan, tentang pesantren, tentang diniyah dan insya Allah ini akan membuat keberkahan bagi Jawa Timur," katanya.

Upaya yang dilakukan Gubernur Khofifah, sambung Halim Soebahar, juga memuluskan jalan santri. Terlebih dengan berbagai tantangan seperti visa, hambatan keberangkatan, hingga peningkatan Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA).

"Ibu Gubernur langsung koordinasi dengan Grand Syeikh. Alhamdulillah, dengan back up dan turun tangan Ibu Khofifah, semuanya bisa clear. Semoga Jawa Timur tetap bisa melanjutkan program ini. Itulah harapan masyarakat Jawa Timur karena memang sudah terbukti melahirkan SDM yang sangat bagus untuk masa depan Jawa Timur ini," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) program beasiswa tahun 2026 antara ketua LPPD Provinsi Jawa Timur dengan 63 pimpinan perguruan tinggi mitra penyelenggara program beasiswa sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam mencetak generasi unggul berbasis pesantren menuju Indonesia Emas 2045. 

 


Topik

Pendidikan Beasiswa LPPD Pemprov Jatim beasiswa santri Jatim Jawa Timur



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Yunan Helmy