JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis guna menghadapi tantangan global di era modern. Salah satu kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tersebut di antaranya mewujudkan digitalisasi pembelajaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Sanusi saat memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-118 pada Rabu (20/5/2026). Agenda upacara yang berlangsung di halaman Pendapa Agung Kabupaten Malang tersebut sekaligus ditujukan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Baca Juga : Raih Gelar Profesor, Rektor Unikama Dorong Lahirnya Guru Besar Baru di Kampus MultikulturalÂ
"Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun pendidikan nasional yang berkarakter dan berdaya saing," ujar Sanusi.
Dalam amanatnya, Sanusi juga turut mengutip filosofi Sistem Among yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. Menurut dia, Sistem Among yang berlandaskan nilai asah, asih, dan asuh tersebut menjadi langkah yang sangat penting sebagai fondasi pendidikan untuk memanusiakan manusia.
"Pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh. Hal itu sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Sanusi juga turut memaparkan sejumlah kebijakan strategis pemerintah di bidang pendidikan. Di antaranya meliputi digitalisasi pembelajaran guna menjawab tantangan global.
"Digitalisasi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan guru, hingga penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan global di era modern telah menjadi sejumlah kebijakan strategis pemerintah," ujarnya.
Baca Juga : Usia 69 Tahun, Unikama Tegaskan Arah Kampus Global yang Tetap Berakar pada Budaya Lokal
Upacara tersebut juga turut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait. Mulai wakil bupati Malang, ketua DPRD Kabupaten Malang, dandim 0818 Malang-Batu, kapolres Malang, kepala perangkat daerah, hingga para ASN di lingkungan Pemkab Malang.
Pada serangkaian upacara tersebut, bupati bersama wakil bupati dan jajaran Forkopimda Kabupaten Malang juga turut melakukan penandatanganan pakta integritas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. "Langkah ini dilakukan sebagai wujud komitmen menghadirkan penerimaan murid baru yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi," pungkasnya.
