Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Pariwisata Bangkit, BPS Catat Hunian Hotel di Kota Malang Naik Signifikan pada Maret 2026

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

14 - May - 2026, 16:04

Placeholder
Kamar hotel berbintang Kota Malang. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Sektor perhotelan di Kota Malang mulai menunjukkan geliat positif pada Maret 2026. Setelah sempat melambat pada awal tahun, tingkat hunian kamar hotel  perlahan meningkat seiring naiknya kunjungan wisatawan domestik, momentum libur nasional, hingga momen Lebaran yang mendongkrak pergerakan wisata ke Malang Raya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel pada Maret 2026 tercatat sebesar 35,22 persen. Angka tersebut naik tipis 0,08 poin dibanding Februari 2026, namun melonjak cukup signifikan sebesar 8,24 poin dibanding Maret tahun lalu. Peningkatan ini menjadi indikator mulai pulihnya aktivitas sektor akomodasi di Kota Malang.

Baca Juga : Komisi A DPRD Jatim ke KemenPAN-RB, Perjuangkan Nasib Ribuan Guru Honorer

Statistisi Ahli Madya BPS Kota Malang, Sayu Made Widiari, menjelaskan peningkatan TPK didorong oleh bertambahnya aktivitas perjalanan wisata masyarakat serta adanya sejumlah agenda dan libur panjang selama Maret.

“Peningkatan TPK ini menunjukkan adanya pemulihan aktivitas pariwisata, terutama didorong oleh periode libur panjang dan berbagai event yang berlangsung di Kota Malang,” katanya.

Hotel berbintang menjadi penyumbang terbesar kenaikan okupansi dengan tingkat hunian mencapai 42,79 persen. Sementara hotel nonbintang berada di bawah angka tersebut.

Pasar domestik masih mendominasi, dengan lebih dari 97 persen tamu hotel berasal dari wisatawan nusantara, sedangkan wisatawan mancanegara masih relatif kecil.

Tak hanya itu. BPS juga mencatat pergerakan wisatawan nusantara dari Kota Malang mencapai sekitar 1 juta perjalanan pada Maret 2026, meningkat 21,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah wisatawan nusantara yang datang ke Kota Malang tercatat sekitar 864 ribu perjalanan.

Di sisi lain, pelaku industri hotel menyebut kondisi riil di lapangan mengalami lonjakan yang jauh lebih tinggi saat momentum libur Lebaran.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, mengatakan TPK hotel selama Maret sempat menembus kisaran 80 persen jika dilihat dari rata-rata okupansi seluruh hotel anggota PHRI, terutama menjelang dan saat masa libur Lebaran.

“TPK hotel bulan Maret memang melesat naik, yakni kisaran 80 persen untuk keseluruhan hotel. Kondisi perekonomian memang sudah terlihat membaik, tapi masyarakat masih banyak yang menahan pengeluaran meski saat Lebaran,” terang Agoes.

Agoes menambahkan, pada awal Maret okupansi hotel masih cenderung stagnan di angka 60 persen. Bahkan hingga memasuki minggu ketiga Ramadan, lonjakan pemesanan kamar belum terlihat, sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha perhotelan.

Baca Juga : Angka Laka Lantas di Kota Malang Naik, Tujuh Orang Tewas Sepanjang April

Namun, kondisi berubah drastis ketika memasuki masa Lebaran. Okupansi hotel melonjak tajam mulai hari kedua hingga hari ketujuh Idulfitri. Hampir seluruh hotel di Kota Malang mengalami tingkat pemesanan kamar yang sangat tinggi.

“Okupansi baru naik dengan rata-rata di atas 80 persen saat memasuki Lebaran. Terutama pada hari kedua hingga ketujuh. Hampir semua hotel mendapat pemesanan kamar melebihi kapasitas,” jelasnya.

Meski setelah masa libur Lebaran okupansi kembali menurun, pelaku usaha menilai penurunan tersebut masih dalam batas normal. Selama April 2026, tingkat hunian berhasil dipertahankan di kisaran 60 persen, yang dinilai cukup baik dibanding periode nonliburan.

“Bulan April lalu jelas menurun kalau dibanding momen Lebaran, tapi kami berhasil mempertahankan hingga rata-rata 60 persen lagi,” tambah Agoes.

Rata-rata lama menginap tamu hotel di Kota Malang pada Maret 2026 tercatat 1,31 hari atau sekitar satu malam. Hal ini menunjukkan sebagian besar kunjungan masih didominasi wisata singkat dan perjalanan bisnis.

Meski demikian, tren peningkatan okupansi memberi harapan positif bagi industri pariwisata dan perhotelan, terutama menjelang musim libur sekolah serta long weekend pada kuartal kedua tahun ini.


Topik

Ekonomi Wisata Kota Malang hotel okupansi hotel



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy