JATIMTIMES – Rencana pembangunan jembatan Sungai Lembu di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, masuk program prioritas dan segera memasuki tahap lelang pekerjaan setelah proses review dinyatakan rampung.
Jembatan ini sebelumnya ambles akibat banjir pada 2025 dan Pemkab Banyuwangi telah membangun jembatan darurat untuk membantu mempermudah aktivitas warga sambil menunggu pembangunan jembatan baru.
Baca Juga : Bakesbangpol Tegaskan Peran Ormas sebagai Mitra Strategis Pembangunan Jember
“Kami usahakan pekan ini, maksimal pekan depan sudah masuk proses lelang. Proses review sudah selesai,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (DPU CKPP), Cahyanto Hendri Wahyudi, Selasa (28/4/2026).
"Kami juga memohon maaf kepada warga atas prosesnya yang panjang dan mohon masyarakat untuk sedikit lebih bersabar. Kami sangat memahami betapa pentingnya jembatan ini bagi aksesibilitas warga," imbuhnya.
Jembatan yang akan dibangun nantinya berdimensi lebar 6 meter dengan bentangan sekitar 14 meter. Konstruksinya menggunakan pondasi tiang pancang dengan lantai (abutment) menggunakan beton.
Cahyanto menuturkan pembangunan jembatan Sungai Lembu ini merupakan salah satu prioritas, dan telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Daerah (PSD).
Sebagai proyek strategis, prosesnya wajib melewati tahapan review atau audit dari Inspektorat terlebih dahulu guna memastikan kesesuaian prosedur dan transparansi.
“Reviewnya terkait perencanaan pekerjaan, RAB, hingga kemanfaatannya. Apalagi sekarang BBM juga naik. Jadi perlu direview pula apakah RAB nya sesuai atau tidak dengan kondisi saat ini,” tambah Cahyanto.
Ditambahkannya, proses review dari Inspektorat saat ini telah selesai dilakukan. Selanjutnya dokumen review akan segera diserahkan ke bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk segera dilakukan proses lelang.
Baca Juga : Lima Kloter Jamaah Haji Asal Lamongan Diberangkatkan
“Jika semua (proses lelang) berjalan lancar dan tidak ada hambatan pada evaluasi dokumen, pemenang tender diperkirakan sudah bisa ditetapkan dalam waktu sekitar dua pekan ke depan,” kata Cahyanto.
Mantan Kepala BPKAD Banyuwangi tersebut juga menjelaskan seluruh proses pengadaan ini dilakukan secara ketat dan mengikuti rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menjamin kualitas dan integritas proyek.
Sebagaimana diketahui, Jembatan Sungai Lembu ambles akibat terjangan banjir besar pada 15 Juli 2025 lalu. Untuk tetap membuka akses warga, pemkab langsung membangun jembatan darurat agar akses ekonomi ketiga desa tetap jalan.
Pemkab telah menuntaskan jembatan darurat khusus roda dua yang bisa digunakan warga pada 18 Juli 2025. Disusul kemudian, pembangunan jembatan baja sistem knock down untuk roda empat pun dikerjakan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.
