Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Upacara Pemakaman Termahal di Sumba Timur, Tradisi Sakral yang Sarat Makna dan Pengorbanan

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

17 - Apr - 2026, 17:27

Placeholder
Jenazah yang meninggal dibalut kain di dalam rumah. (Foto: tangkapan layar Instagram)

JATIMTIMES - Upacara pemakaman di Sumba Timur bukan sekadar prosesi perpisahan, melainkan menjadi perayaan terbesar dalam siklus hidup seseorang. Tradisi ini kembali diangkat dan dibagikan konten kreator asal Bali, Lady Quinn, yang mengungkap kemegahan sekaligus makna mendalam di balik ritual adat tersebut.

“Upacara termahal selama hidup seseorang ada di Sumba Timur. Satu lagi keajaiban Sumba yang ingin aku ceritakan ke kalian,” kata Lady Quinn.

Baca Juga : Ratusan Porsi Habis Kurang dari 30 Menit, Makan Gratis Polresta Malang Kota Diserbu Warga

Di Sumba, khususnya dalam kepercayaan Marapu, kematian dipandang sebagai awal perjalanan menuju dunia roh. Karena itu, keluarga yang ditinggalkan akan mempersiapkan upacara pemakaman dengan sangat matang sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Salah satu ciri utama dari tradisi ini adalah pengorbanan hewan dalam jumlah besar. Puluhan hingga ratusan ekor babi, kuda, dan kerbau disiapkan untuk dikurbankan. Hewan-hewan tersebut dipercaya sebagai bekal bagi arwah untuk menempuh perjalanan panjang menuju alam leluhur.

Jumlah hewan yang dikorbankan juga menjadi simbol status sosial sekaligus besarnya rasa cinta keluarga terhadap almarhum. Semakin banyak hewan yang dipersembahkan, semakin tinggi pula penghormatan yang diberikan.

Tak hanya itu. Biaya yang dikeluarkan pun fantastis. Satu ekor hewan bisa bernilai puluhan juta rupiah, bahkan untuk jenis tertentu seperti kerbau dan kuda berkualitas tinggi, harganya bisa melambung lebih mahal. Selain itu, kain tenun khas Sumba Timur yang digunakan dalam prosesi bernilai tinggi, mencapai puluhan juta rupiah per lembar.

Total biaya keseluruhan upacara pun bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung status sosial dan kemampuan keluarga.

Menariknya, pemakaman tidak selalu dilakukan segera setelah kematian. Banyak keluarga memilih menyimpan jenazah di rumah selama berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun. Hal ini dilakukan demi mengumpulkan biaya dan mempersiapkan seluruh rangkaian adat agar berjalan dengan sempurna.

Dalam kisah yang dibagikan Lady Quinn, jenazah seorang tokoh yang memiliki pengaruh besar di lingkungannya telah disemayamkan selama beberapa waktu sebelum akhirnya direncanakan dimakamkan pada Mei 2026. Sosok tersebut dikenal memiliki kasta tinggi dan dihormati banyak orang, sehingga keluarga merasa berkewajiban memberikan penghormatan terbaik.

Prosesi pemakaman juga melibatkan berbagai simbol personal milik almarhum. Salah satunya adalah tas sirih pinang yang semasa hidup selalu dibawa ke mana pun ia pergi.

Baca Juga : Pesona Gondanglegi 2026 Batal Digelar, Begini Alasannya 

“Tas itu punya makna penting karena selalu menemani beliau semasa hidup. Keluarga bahkan mengorbankan beberapa ekor kuda agar tas tersebut bisa ikut ke dunia roh,” jelas Lady Quinn.

Partisipasi masyarakat dalam tradisi ini juga sangat besar. Ratusan pelayat datang dari berbagai daerah untuk memberikan penghormatan. Mereka membawa kain tenun khas Sumba Timur sebagai tanda kehadiran, sekaligus hewan ternak sebagai persembahan.

Dalam adat setempat, setiap pemberian memiliki nilai sosial yang harus dibalas. Keluarga almarhum berkewajiban mengembalikan pemberian tersebut dengan nilai yang setara, baik secara langsung maupun di masa mendatang saat pihak pemberi menggelar upacara serupa.

Meski saat ini mayoritas masyarakat Sumba menganut agama Protestan, tradisi Marapu tetap hidup dan berjalan berdampingan. Nilai-nilai adat ini sudah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat, melampaui batas keyakinan formal.

“Walaupun terlihat berat dan mahal, bagi masyarakat Sumba ini adalah bentuk keikhlasan. Mereka ingin memastikan orang yang dicintai pergi dengan layak, terhormat, dan siap menjalani kehidupan di dunia roh,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Sumba, upacara ini bukan sekadar ritual kematian, melainkan upaya menjaga keseimbangan antara manusia, leluhur, dan alam semesta. Sebuah tradisi yang sarat makna dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya mereka.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Sumba Timur pemakaman tradisi pemakaman pemakaman di Sumba Timur



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy