Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Teliti Transformasi Militer, Mantan Menteri Pertahanan Timor Leste Resmi Raih Gelar Doktor di UMM 

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

14 - Feb - 2026, 16:33

Placeholder
Julio Tomas Pinto (tengah) resmi menyandang gelar doktor sosiologi militer setelah mempertahankan disertasinya tentang transformasi militer negaranya dari basis perjuangan menuju institusi profesional (Anggara Sudiongko/JatimTIMES))

JATIMTIMES - Ruang sidang doktoral di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi saksi refleksi tentang masa depan pertahanan Timor Leste. Pada 14 Februari 2026, Julio Tomas Pinto resmi menyandang gelar doktor sosiologi militer setelah mempertahankan disertasinya tentang transformasi militer negaranya dari basis perjuangan menuju institusi profesional.

Julio bukan sekadar akademisi. Ia dikenal sebagai mantan Menteri Pertahanan Timor Leste dan kini aktif mengajar di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Nasional Timor Leste. Hampir empat tahun ia menempuh studi doktoral di Malang. “Saya sudah lama kuliah di sini, hampir empat tahun. Hari ini saya mempresentasikan riset tentang transformasi militer Timor Leste menuju profesionalisme, dan puji Tuhan dinyatakan lulus,” ujarnya.

Baca Juga : Sosok Daryono, Direktur Gempa-Tsunami BMKG yang Mundur dan Ajukan Pensiun Dini

Dalam disertasi berjudul Transformasi Militer Timor Leste Dari Perjuangan Menuju Profesionalisme, Julio membedah proses profesionalisasi militer sebagai fondasi penting dalam konsolidasi demokrasi negara pascakonflik. Ia menyoroti perubahan struktur, budaya organisasi, hingga relasi antara militer dan masyarakat sipil dalam masa transisi politik.

Menurutnya, profesionalisasi militer di negara kecil memiliki tantangan tersendiri. “Transformasi ini bukan menghapus identitas lama, melainkan menata ulang nilai dan tradisi gerilya agar selaras dengan tuntutan institusi modern,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa dalam sistem demokrasi, militer harus berdiri netral dan fokus pada fungsi pertahanan. Tidak terlibat politik, tidak masuk ke ranah bisnis, dan tidak melampaui mandat konstitusional. Timor Leste sendiri, kata dia, telah menetapkan dalam undang undang pertahanan bahwa militernya bersifat self defense force. “Tentara kami hanya untuk pertahanan, bukan ofensif. Sebagai negara kecil, diplomasi dan soft power harus dikedepankan,” jelasnya.

Hubungan regional juga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Julio menyebut Indonesia sebagai mitra strategis yang turut berkontribusi dalam profesionalisasi militer Timor Leste, bersama Australia dan sejumlah negara demokratis lain melalui kerja sama pertahanan dan pendidikan.

Julio menambahkan, bahwa gelar doktor bukan garis akhir. Ia melihatnya sebagai tanggung jawab moral untuk terus mengawal reformasi pertahanan di Timor Leste agar konsisten dengan prinsip demokrasi dan supremasi sipil. “Ini bagian dari kontribusi saya untuk memastikan militer kami profesional dan berorientasi pada perdamaian,” katanya.

Sementara itu, keputusannya memilih UMM bukan tanpa alasan. Ia pernah menjadi alumni kampus tersebut dan memahami kultur akademiknya. “Saya tahu karakter akademik di sini. Karena itu saya kembali untuk memperdalam ilmu sosial,” katanya.

Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik, SE MSi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai topik yang diangkat sangat relevan bagi negara yang tengah membangun sistem kelembagaan modern. “Kami mengucapkan selamat kepada Dr. Julio Tomas Pinto dan pimpinan pascasarjana yang telah mengantarkan beliau meraih gelar doktor di bidang sosiologi. Tema yang diangkat sangat strategis karena berbicara tentang transformasi organisasi dalam konteks kebangsaan,” ujarnya.

Baca Juga : Buka Musda ke-X LDII Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Minta LDII Berkontribusi Sukseskan Program Pemkab Malang

Menurut Nazaruddin, reformasi militer hanyalah satu bagian dari pekerjaan besar sebuah bangsa. Tantangan lebih luas terletak pada transformasi masyarakat. “Perubahan bukan hanya dari masyarakat agraris ke industri modern, tetapi dari masyarakat dengan pendidikan terbatas menjadi masyarakat berbasis pengetahuan. Kualitas sumber daya manusia itulah yang akan mempercepat kemajuan,” katanya.

Ia menegaskan, misi UMM adalah melahirkan pemimpin di berbagai sektor, termasuk pertahanan. Dalam konteks itu, capaian Julio dipandang selaras dengan visi kampus. “Kami ingin setiap lulusan memberi kontribusi nyata bagi bangsanya,” tambahnya.

Ujian promosi doktor tersebut turut dihadiri Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Timor Leste Gastao de Sousa serta Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Roberto Soares. Kehadiran mereka mempertegas bahwa riset ini bukan sekadar karya akademik, tetapi memiliki relevansi strategis bagi pembangunan institusi pertahanan dan diplomasi negara.

Disisi lain, salah satu promotor, Prof Muhadjir Effendy, menilai penelitian tersebut memperkaya kajian sosiologi militer di kawasan. Ia menyebut disertasi itu memberi perspektif baru tentang transformasi militer di negara pascakonflik yang berlangsung melalui proses sosial kompleks dan bertahap.


Topik

Pendidikan Transformasi Militer Mantan Menteri Pertahanan Timor Leste Gelar Doktor UMM 



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan