JATIMTIMES - Tebing setinggi tujuh meter di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, longsor. Akibatnya, material tanah longsor menimbun jalan hingga menyebabkan akses mobilitas bagi warga setempat terputus.
Kabar adanya peristiwa longsor tersebut kemudian viral dan beredar di sejumlah WhatsApp group. Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun JatimTIMES pada Jumat (13/2/2026), tebing yang longsor tersebut berada di antara bangunan milik warga serta jalan umum.
Baca Juga : Wilayah di Jawa Timur Ini Berpotensi Terdampak Cuaca Ekstrem hingga 20 Februari 2026
Dalam konfirmasinya, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, bencana longsor tersebut terjadi pada Kamis (12/2/2026). Hingga akhirnya, pada Jumat (13/2/2026), peristiwa tersebut dilaporkan ke BPBD dan langsung dilakukan penanganan.
"Intensitas hujan deras disertai angin kencang di wilayah Lawang mengakibatkan tebing dengan tinggi dan lebar kurang lebih tujuh meter serta diameter 10 meter longsor," ujar Sadono saat dikonfirmasi di sela-sela penanganan longsor, Jumat (13/2/2026).
Material tanah dari tebing setinggi tujuh meter tersebut kemudian menimpa akses jalan umum sehingga mengakibatkan terputusnya akses jalan bagi warga setempat. "Longsor berdampak pada akses menuju kebun warga yang terputus akibat tertutup tanah yang longsor tersebut," ujarnya.
Penanganan longsor turut melibatkan sejumlah personel gabungan. Yakni mulai dari unsur BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Muspika Lawang, para relawan, hingga perangkat desa dan masyarakat setempat. "Berdasarkan hasil pendataan, perkiraan nilai kerugian kurang lebih Rp 10 juta," imbuhnya.
Baca Juga : Proyek Jembatan Sonokembang Dikebut, Bailey Ditutup Empat Hari Ini Jadwal dan Detailnya
Penanganan longsor yang mengakibatkan akses jalan warga terputus juga turut menggunakan beberapa peralatan seperti cangkul dan sekop.
