Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gus Idris Buka Suara soal Kabar Viral Tuduhan Pelecehan Seksual

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Yunan Helmy

05 - Feb - 2026, 20:47

Placeholder
Idris Al-Marbawy atau yang akrab disapa Gus Idris (tengah) dengan didampingi kuasa hukumnya, Guntur Putra Abdi Wijaya (kanan), saat menanggapi tudingan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang talent ketika ditemui JatimTIMES pada Kamis (5/2/2026). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pengasuh pesantren di Kabupaten Malang Idris Al-Marbawy atau yang akrab disapa Gus Idris akhirnya menanggapi tudingan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang talent. Secara umum,  Gus Idris menyebut isu yang kini viral di media sosial tersebut tidaklah benar.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Idris melalui kuasa hukumnya, Guntur Putra Abdi Wijaya, saat ditemui JatimTIMES pada Kamis (5/2/2026). "Terkait masalah yang saat ini viral itu tidak benar," tegasnya.

Baca Juga : Kronologi Awal Tersebarnya Isu Perceraian Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Guntur menyebut, sebelumnya pihak Gus Idris juga telah melangsungkan pertemuan atau rapat internal. Hasilnya, ditemukan adanya broadcast yang diduga telah menggiring opini. Yakni yang berkaitan dengan telah terjadinya pelecehan seksual hingga adanya dugaan wanprestasi antara staf dengan agent dan talent.

"Broadcast yang menggiring suatu opini terjadi pelecehan seksual termasuk dugaan wanprestasi itu tidak benar. Kalau talent kan urusannya sama agent. Sedangkan kita urusannya sama agent. Kalau untuk staf kita, sudah diberhentikan, sehingga permasalahan ini kesimpulannya sebatas dugaan sementara," ungkapnya.

Guntur mengatakan, pernyataan yang telah disampaikan tersebut untuk menegaskan bahwa segala isu yang beredar di media sosial saat ini tidaklah benar. Sebaliknya, ia menjamin bahwa Gus Idris ialah sosok ulama yang bersahaja dan sebagai konten kreator yang profesional.

"Saya harap masyarakat tidak mudah percaya pada penggiringan opini seperti itu," imbuhnya.

Di sisi lain, Guntur turut menyayangkan adanya penggiringan opini di media sosial yang mengarah pada pencemaran nama baik kliennya. Meski demikian, Guntur menyebut hingga kini belum ada laporan kepada pihak kepolisian baik yang dilayangkan dari pihak Gus Idris maupun pihak yang memviralkan tersebut.

"Kalau memang yang menyebarkan informasi sampai menjadi viral itu memiliki bukti, pasti akan langsung melaporkan ke kepolisian. Tapi sejauh ini belum ada laporan terkait itu (dugaan pelecehan seksual, red)," tuturnya.

Meski hingga sementara ini belum ada laporan kepolisian,  Guntur mengatakan, pada prinsipnya pihak Gus Idris siap untuk menaati proses hukum. Termasuk apabila ada laporan yang dilayangkan terhadap sosok Gus Idris. Namun dengan catatan, tuduhan yang ditujukan kepada Gus Idris tersebut harus berdasarkan dengan bukti yang kuat.

"Kalau Gus Idris memang terbukti bersalah, harusnya sudah ada laporan, Gus Idris ini adalah orang yang taat hukum. Tapi nanti kami ikuti saja prosesnya seperti apa, kami akan tunggu perkembangannya. Kalau memang ada hal lain (dugaan pencemaran nama baik, red), tentunya kita juga akan lakukan upaya lain," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang talent asal Malang membagikan pengalaman pahit saat menerima tawaran pekerjaan sebagai talent shooting. Curhatan tersebut diunggah melalui akun Instagram @sovinovitav yang akhirnya kini viral di media sosial. 

"Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema ‘sumpah pocong’,” tulis sovinovitav.

Secara umum, dalam postingannya, akun sovinovitav menceritakan awal mula dirinya mendapatkan tawaran pekerjaan yang disebut sebagai kebutuhan talent untuk shooting dengan unsur akting ringan. "Aku kira kayak photoshoot MUA gitu, tapi ada aktingnya. Aku nggak banyak nanya karena kupikir sekalian aja take shoot sama akting video,” ungkapnya.

Namun, kejanggalan mulai ia rasakan saat tiba di lokasi shooting. Ia menyebut hampir seluruh kru di lokasi adalah laki-laki. Sesi shooting disebut berlangsung di lokasi yang ia nilai tidak lazim.

Hingga akhirnya, saat waktu istirahat, ia mengaku dipanggil oleh seseorang yang disebut sebagai asisten gus. Dalam percakapan saat itu, ia merasa pembahasan mulai mengarah ke hal-hal pribadi dan di luar konteks pekerjaan.

Baca Juga : Jurnalis TV Diancam Dihilangkan Usai Rekam Kericuhan di Ruang Sidang DPRD Bulukumba

Tak lama berselang, ia kembali dipanggil untuk bertemu langsung dengan sosok yang disebut sebagai atasan asisten atau “gus”. Dalam pertemuan itu, ia mengaku juga sempat diberi minuman susu panas dan mulai diarahkan mengikuti serangkaian aktivitas yang disebut sebagai pembuktian spiritual. Termasuk disampaikan mengenai ucapan bernada ramalan tentang kesialan dan kesuksesan hidup di masa depan.

Korban saat itu mengaku berada dalam kondisi mental yang sangat tertekan. Ia merasa takut, cemas, dan bingung harus berbuat apa. "Demi Allah aku nangis sejadi-jadinya karena aku bingung mau ngapain, aku bingung harus gimana,” tulisnya.

Situasi disebut semakin membuatnya tertekan ketika ia kembali dipanggil oleh asisten dan diarahkan untuk mendekati gus secara pribadi. Ia mengaku diminta menanyakan langsung keinginan sosok tersebut.

"Gus-nya itu punya segalanya, tapi kesepian, butuh dambaan hati,” tulisnya menirukan ucapan yang ia dengar.

Ia juga mengaku dijanjikan akan diberi “penangkal” berupa dzikir, dengan syarat tertentu. Namun, saat itu sosok yang diduga menjadi korban tersebut justru diminta untuk memijat sosok gus tersebut. Bahkan korban diduga juga diminta oleh gus untuk melakukan hal yang tak diinginkan, namun ia saat itu berpura-pura untuk tidur agar bisa kabur.

Pada momen sebelumnya itulah, sosok diduga korban tersebut mengalami pelecehan seksual. Hingga akhirnya ia berpura-pura kelelahan dan mengantuk agar bisa meninggalkan ruangan yang kemudian berhasil keluar dari ruangan tersebut pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Pada sejumlah unggahan lanjutan, pemilik akun menyebut kasus serupa diduga tidak hanya menimpanya seorang diri. Namun diduga juga ada perempuan lain yang mengalami perlakuan serupa dengan modus job talent, briefing tidak jelas, durasi shooting molor, hingga tiba-tiba diminta melakukan sumpah pocong.

Namun, ia juga mengakui kasus semacam ini sulit diproses secara hukum. Penyebabnya karena minimnya alat bukti. "Pelecehan seksual itu susah banget diperkarakan. Nggak ada bukti foto, video, atau visum. Padahal korbannya sudah banyak yang speak up,” tulisnya.

Korban menyatakan sengaja tidak mengungkap identitas lengkap pihak yang dimaksud untuk melindungi dirinya dari potensi pencemaran nama baik dan risiko hukum. Ia menegaskan tujuannya berbagi cerita yang pada akhirnya kini viral tersebut adalah sebagai bentuk peringatan.

"Setidaknya kita bisa saling mengingatkan. Nggak perlu hate speech, cukup report dan block akun media sosialnya,” tulisnya.


Topik

Peristiwa Dugaan pelecehan seksual Gus Idris postingan viral



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa