Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa Harlah 1 Abad NU

Mujahadah Kubro, PCNU Kota Malang Matangkan Panggung hingga Skema 9 Zona Jemaah

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

04 - Feb - 2026, 16:22

Placeholder
Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Persiapan pelaksanaan puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Malang terus dimatangkan. H-3 menjelang acara, panitia bersama PCNU Kota Malang memastikan kesiapan teknis hingga pengaturan arus puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah menyampaikan bahwa pengerjaan panggung utama di stadion sudah hampir rampung. Seluruh perangkat pendukung seperti lighting, sound system, hingga videotron ditargetkan siap sepenuhnya pada Kamis (5/2/2026).

Baca Juga : Harlah 1 Abad NU di Malang, KAI Sarankan Berangkat Lewat Stasiun Kota Lama

“Seperti yang bisa disaksikan, panggung sedang dalam proses penggarapan. Estimasinya besok insya Allah sudah ready semua, termasuk lighting, sound system, dan videotron,” ujar Gus Isroqunnajah, Rabu (4/2/2026). 

Tak hanya kesiapan teknis, panitia juga menaruh perhatian besar pada manajemen arus jemaah. Mengingat keterbatasan akses menuju Kota Malang, PCNU membagi 45 PCNU kabupaten/kota se-Jawa Timur ke dalam sembilan zona kedatangan.

“Komunikasi dengan ketua-ketua PC se-Jawa Timur terus kami update. Bahkan tadi malam kami lakukan zoom meeting untuk menyampaikan skema ini,” jelasnya.

Untuk jemaah dari arah barat, panitia mengarahkan masuk melalui Batu dengan titik standby di kawasan Pujon dan Jalan Sultan Agung, Kota Batu, yang difasilitasi oleh Pemkot Batu dan Pemkab Malang. Sementara jemaah dari arah utara dan tol diminta bertahan lebih dulu di rest area hingga mendapat instruksi masuk kota.

“Dari selatan barat kami arahkan standby di Kepanjen dan Bululawang. Sedangkan dari Dampit dan Lumajang kami minta menaati waktu masuk kota. Tidak boleh masuk sebelum jam yang ditentukan,” ucapnya.

Setibanya di Kota Malang, jemaah akan diarahkan ke sejumlah drop zone. Salah satu titik utama berada di kawasan Tugu Balai Kota. Selain itu, panitia menyiapkan sejumlah titik transit sementara, seperti SMA Tugu, Masjid Jami’, hingga Masjid Khadijah, sebelum jemaah masuk ke area stadion sesuai komando liaison officer (LO).

Adapun jemaah dari arah barat dan utara akan diturunkan di kawasan Veteran hingga Ijen Utara untuk selanjutnya diarahkan ke lokasi. “Intinya karena tidak memungkinkan masuk secara bersamaan, maka harus ditata agar tertib dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tandas Gus Is.

Dari sisi jumlah, panitia memperkirakan jemaah dari Kota Malang maksimal sekitar 5.000 orang. Jumlah serupa diperkirakan datang dari Kota Batu. Sementara Kabupaten Malang sekitar 15.000 jemaah, Blitar Kota 3.000 jemaah, dan Blitar Kabupaten sekitar 5.000 jemaah.

Baca Juga : Mas Rio Bersuara di DPR RI: Faktor Kebencanaan Harus Jadi Variabel Utama TKD

Ia juga menyinggung rangkaian kegiatan Harlah NU yang masih berlangsung di Blitar hingga 7 Februari 2026 di kawasan Kampung Coklat. Di lokasi tersebut digelar pameran UMKM, halal food, halal industry, hingga berbagai audisi santri.

“Kegiatan ini juga bagian dari upaya kami menghadirkan citra positif NU, terutama setelah tayangan salah satu stasiun TV kemarin yang kurang menyejukkan. Kami jawab dengan prestasi-prestasi santri yang luar biasa,” tegasnya.

Terkait kapasitas stadion yang hanya mampu menampung sekitar 25.000 jemaah, panitia memastikan akan menyiapkan sejumlah videotron di kawasan sekitar Stadion Gajayana, termasuk di koridor Jalan Semeru dan Kawi yang diperkirakan dipadati jemaah.

“Lintasan stadion tidak boleh ditempati, hanya lapangan. Kalau terpaksa digunakan, harus ditutup terpal atau karpet sesuai permintaan Disporapar,” jelasnya.

Dalam pengaturan di dalam stadion, panitia juga membagi area jemaah. Kaum perempuan ditempatkan di area bawah, sementara jemaah laki-laki diarahkan memenuhi tribun stadion.

“Bapak-bapak nanti full di tribun. Ini juga untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama,” pungkas Gus Isroqunnajah.


Topik

Peristiwa Harlah 1 Abad NU NU mujahadah kubro Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Minang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa