Teknologi Dual Mode Jadi Solusi Transisi Menuju Mobilitas Hijau, Pemprov Jatim Bertahap Akan Beralih

Editor

Yunan Helmy

02 - Jul - 2026, 07:31

Ilustrasi teknologi dual mode mobilitas hijau.




JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut positif kehadiran teknologi dual mode (DM) yang dinilai menjadi solusi transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan atau energi terbarukan. 

Dukungan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur.MHD Aftabuddin Rijaluzzamannyang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dalam pembukaan acara kegiatan BYD Tech Culture Fest di Surabaya. 

Menurut dia, Jawa Timur membutuhkan lebih banyak alternatif kendaraan rendah emisi yang tetap mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama untuk perjalanan antar kota. 

"Teknologi dual mode bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi menjadi solusi yang praktis bagi kondisi geografis Jawa Timur. Teknologi ini memberikan efisiensi tinggi dan jarak tempuh yang andal, baik untuk mobilitas di Surabaya maupun perjalanan antar-kota," ujarnya. 

Ia mengatakan, penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest bukan hanya menjadi ajang pameran otomotif, melainkan juga sarana edukasi bagi masyarakat mengenai perkembangan teknologi kendaraan elektrifikasi. 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai aktivitas yang disediakan, mulai dari pameran kendaraan, product showcase, hingga test drive agar masyarakat semakin memahami bahwa teknologi kendaraan ramah lingkungan kini semakin mudah diakses. 

Aftabuddin menambahkan tak menutup kemungkinan ke depan semua kendaraan operasional di lingkungan Pemprov Jatim akan beralih ke kendaraan listrik. Selain sederhana juga bisa menghemat pengeluaran pemprov dalam belanja kebutuhan BBM setiap harinya. 

Sementara itu, Operation Director PT BYD Motor Indonesia Nathan Sun mengatakan Surabaya dipilih sebagai salah satu kota penting dalam pengembangan kendaraan energi baru karena memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat dan pasar otomotif yang besar. 

Perkembangan tersebut juga tercermin di Jawa Timur, salah satu pusat ekonomi sekaligus pasar
otomotif terbesar di Indonesia. 

Hingga saat ini menurut dia lebih dari 4.400 kendaraan BYD telah beroperasi di Jawa Timur. "Dengan pangsa pasar kendaraan listrik mencapai lebih dari 40% di provinsi ini," ujarnya. 

Menurut Nathan, teknologi dual mode dihadirkan karena tidak semua masyarakat siap langsung beralih ke kendaraan listrik murni. 

"Sebagian konsumen sudah siap menggunakan kendaraan listrik penuh, tetapi ada juga yang masih mempertimbangkan infrastruktur maupun kebiasaan penggunaan. Karena itu kami memberikan pilihan yang lebih fleksibel melalui teknologi dual mode," imbuhnya.