5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Istana Pastikan Pelatihan Tetap Berjalan

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

29 - Jun - 2026, 07:21

Ilustrasi latihan militer. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Meninggalnya lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) menjadi perhatian pemerintah. Meski demikian, Istana Kepresidenan memastikan program pelatihan tetap berjalan sambil dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaannya.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan pemerintah telah menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait insiden tersebut. Menurutnya, seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan proses pendidikan dan pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Baca Juga : Sosok Fajar Novario, Desainer Logo HUT Ke-81 RI yang Karyanya Terpilih Jadi Identitas Resmi Perayaan Kemerdekaan

Juri mengatakan Kementerian Pertahanan sebelumnya telah menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Pemerintah juga akan mengambil sejumlah langkah perbaikan dalam proses pendidikan dan pelatihan agar pelaksanaannya lebih baik ke depan.

Menurut Juri, pelatihan tetap dilanjutkan karena kebutuhan tenaga manajer Koperasi Merah Putih harus segera dipenuhi. Namun, pelaksanaannya akan terus dievaluasi dengan memperhatikan berbagai masukan dari masyarakat maupun pihak terkait.

"Masukan dari masyarakat dan berbagai pihak menjadi bahan evaluasi supaya proses pelatihan ini menjadi lebih baik," ujar Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, peserta SPPI tidak hanya dibekali kemampuan manajerial untuk mengelola koperasi. Mereka juga mendapatkan pembinaan mental, kedisiplinan, kepemimpinan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal sebelum menjalankan tugas di daerah.

Karena itu, pemerintah akan terus memperbaiki pelaksanaan pelatihan tanpa mengurangi tujuan utama program, yakni membentuk calon manajer koperasi yang memiliki kompetensi sekaligus komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Juri juga mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto mengikuti perkembangan terkait meninggalnya lima peserta SPPI. Menurutnya, pemerintah telah meminta panitia melakukan mitigasi dan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Pemerintah terus melakukan perbaikan dan mitigasi agar peristiwa seperti ini tidak terulang," katanya.

Adapun lima peserta SPPI yang dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran adalah:

1. Yonanda Muhammad Taufiq

2. Anisa Muyassaroh

3. Novia Rahmadhani Sihotang

4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan

5. Nola Dya Sari

Program SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang akan bertugas sebagai manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Selain memperoleh pembekalan manajerial, peserta juga mengikuti pelatihan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan sebelum menjalankan tugas.

Pemerintah berharap evaluasi yang dilakukan dapat meningkatkan aspek keselamatan peserta tanpa mengurangi tujuan utama program dalam mencetak manajer koperasi yang siap bertugas di berbagai daerah.