Bagikan Sayur Organik dan POC Gratis, Petani Milenial dan Dispertangan Situbondo Dorong Gerakan Tanam Sayur di Rumah
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
23 - Jun - 2026, 09:17
JATIMTIMES - Gerakan mengelola sampah, menanam, dan mengonsumsi sayuran organik terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Situbondo. Salah satunya melalui kegiatan berbagi sayuran, bibit tanaman, dan Pupuk Organik Cair (POC) kepada masyarakat, Selasa (23/6/2026).
Dengan kegiatan tersebut para petani milenial berkolaborasi dengan Dispertangan berupaya mendorong terwujudnya keluarga sehat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga.
Baca Juga : Debut di MLSC All-Stars 2026, Tim Putri Malang Bidik Penampilan Terbaik di Kudus
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang digagas para petani milenial tersebut. Menurutnya, kegiatan berbagi sayuran, bibit tanaman, dan POC merupakan langkah nyata dalam memberdayakan masyarakat agar mampu memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam.
“Ini merupakan inovasi para petani milenial dengan karya mereka berupa POC. Program ini telah diajarkan kepada para penggiat ibu-ibu rumah tangga agar bisa menanam sendiri di rumah,” kata Ulfiyah.
Pemerintah Kabupaten Situbondo, lanjut dia, mendukung penuh gerakan tersebut karena sejalan dengan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Bahkan, program serupa direncanakan akan diperluas ke wilayah timur dan barat Situbondo.
“Tentunya kami sangat mendukung. Pemerintah daerah akan mengadakan kegiatan serupa di wilayah timur dan barat dengan bekerja sama bersama petani milenial. Semoga anggarannya tersedia sehingga program ini bisa berjalan lebih luas,” ujarnya.
Ulfiyah juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran organik yang bebas bahan kimia. Menurutnya, langkah sederhana menanam sayur di rumah dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan keluarga.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo, Quratul Aini, menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut sekitar 200 hingga 300 botol Pupuk Organik Cair (POC) dibagikan kepada masyarakat. Selain itu, warga juga menerima ratusan sayuran organik hasil budidaya petani milenial.
“Sayuran yang dibagikan antara lain sawi, gambas, dan terong. Kami juga membagikan berbagai bibit tanaman seperti cabai, tomat, stroberi, dan terong agar masyarakat bisa langsung menanam di rumah masing-masing,” terang Quratul Aini.
Menurutnya, seluruh sayuran organik yang dibagikan merupakan hasil panen petani milenial yang dibudidayakan menggunakan POC tanpa pupuk kimia. Menariknya, hasil tersebut diperoleh dari lahan yang relatif kecil, yakni sekitar 0,1 Hektar.
Quratul Aini menegaskan bahwa pertanian organik dapat diterapkan oleh siapa saja, termasuk masyarakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, warga tetap dapat menghasilkan sayuran sehat untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga : Munas-Konbes NU 2026 Selesai, Tambang hingga MBG Jadi Sorotan
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu belajar bercocok tanam secara organik. Dispertangan Situbondo, kata dia, siap memberikan pelatihan dan pendampingan mulai dari pembuatan POC, teknik menanam sayur di rumah, hingga proses panen.
“Jika ada masyarakat yang membutuhkan pelatihan, kami siap hadir dengan narasumber yang kompeten. Mulai dari cara membuat POC, menanam sayuran di rumah, sampai pendampingan saat panen,” jelasnya.
Saat ini, Dispertangan Situbondo juga telah membina banyak Kelompok Wanita Tani (KWT) yang aktif memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan. Sebagian kelompok menggunakan media polibag, sementara lainnya telah mengembangkan sistem hidroponik sebagai alternatif bercocok tanam di lahan sempit.
Salah satu petani milenial sekaligus inisiator kegiatan, Purwanto, menjelaskan bahwa penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) sangat mudah dan ekonomis. Menurutnya, masyarakat tidak perlu menggunakan pupuk dalam jumlah banyak untuk mendapatkan hasil yang optimal.
“Penggunaannya cukup satu tutup botol untuk satu gayung air. Aplikasinya seminggu sekali sudah cukup untuk membantu pertumbuhan tanaman agar cepat berbuah dan besar,” ujar Purwanto.
Ia menambahkan, pemanfaatan POC tidak hanya membantu menyuburkan tanaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Dengan demikian, masyarakat dapat menghasilkan sayuran yang lebih sehat untuk dikonsumsi keluarga.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, petani milenial, dan masyarakat, gerakan menanam sayuran organik di rumah diharapkan semakin berkembang. Selain membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, program ini juga menjadi langkah konkret mewujudkan keluarga sehat, mandiri pangan, dan peduli lingkungan.
