Pasca Penantian Panjang SK TORA, Warga Tlekung Kini Sulap Lahan Hutan Jadi Wisata Edukasi Giri Murti
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Dede Nana
23 - Apr - 2026, 07:51
JATIMTIMES – Kepastian hukum atas tanah yang dinanti selama bertahun-tahun oleh warga Dusun Gangsiran Putuk, Desa Tlekung, kini memasuki babak baru. Setelah berhasil mendapatkan Surat Keputusan (SK) Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), tantangan berikutnya bagi para petani adalah membuktikan bahwa kemandirian lahan mampu berjalan selaras dengan kelestarian alam.
Momentum tersebut dirayakan melalui peresmian Unit Usaha Giri Murti, sebuah kawasan wisata edukasi agroforestri terpadu, Rabu (22/4/2026). Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto yang hadir dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa kepemilikan lahan melalui skema TORA bukan sekadar soal penguasaan tanah, melainkan tanggung jawab besar untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak ekologi pegunungan.
Baca Juga : Haji di Ujung Usia: Kakak Beradik Asal Blitar Berangkat Bersama, Diselimuti Kisah Haru
Heli mengenang kembali ketatnya proses pengawalan program percepatan tanah kehutanan pada tahun 2023 silam. Perjuangan tersebut sempat diwarnai ketidakpastian sebelum akhirnya Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung SK TORA kepada warga. Ia mengaku bangga melihat lahan yang dulu diperjuangkan status hukumnya, kini mulai bertransformasi menjadi unit usaha produktif.
"Dahulu kita berjuang untuk kepastian hukumnya, dan hari ini kita melihat tanah ini telah menghidupi masyarakat melalui pengelolaan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Guyub Rukun. Yang jelas semangat 'Mangun Karsa, Ngopeni Alam' jangan sampai luntur hanya karena mengejar keuntungan ekonomi," ujar Heli Suyanto.
Saat ini, lahan tersebut dikelola oleh Koperasi Produsen Merah Putih Puthuk Sejahtera melalui unit usaha Giri Murti. Kawasan ini tidak lagi hanya mengandalkan sektor pertanian konvensional, tetapi mulai merambah ke sektor jasa pariwisata. Mulai dari edukasi pengolahan kopi, penyediaan penginapan (homestay), hingga kuliner tradisional yang dikembangkan di bawah pendampingan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Transformasi ini dipandang sebagai ujian bagi masyarakat setempat dalam mengelola aset negara yang telah dihibahkan. Heli menekankan bahwa Giri Murti harus menjadi contoh nyata pengelolaan agroforestri di mana masyarakat bisa mengambil manfaat ekonomi tanpa mengabaikan fungsi konservasi hutan.
Dengan status lahan yang kini sudah memiliki kekuatan hukum tetap, keberlanjutan wisata edukasi Giri Murti diharapkan mampu menjadi lokomotif baru bagi ekonomi di Kecamatan Junrejo tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Baca Juga : Paripurna LKPJ 2026, Bupati Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kinerja Pemerintahan
"Giri Murti jadi contoh bahwa kalau alam diopeni (dirawat), maka akan menghidupi kita," imbuhnya.
Akan tetapi, sambungnya, ini barulah langkah awal. Pemerintah Kota Batu berkomitmen mendukung penguatan infrastruktur jalan. Dengan catatan, warga juga harus konsisten menjaga komitmen menjaga alam.
