MAN 2 Kota Malang Jadi Rujukan Penguatan Zona Integritas MTsN 1 Pasuruan

Editor

Yunan Helmy

14 - Feb - 2026, 08:43

MAN 2 Kota Malang menjadi rujukan dalam penguatan Zona Integritas, salah satunya adalah MTsN 1 Pasuruan yang menghadirkan kepala MAN 2 Kota Malang untuk memberikan materi penguatan terkait Zona Integritas. (ist)

JATIMTIMES - Langkah menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tidak ditempuh setengah hati oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pasuruan. Madrasah ini memilih belajar langsung dari satuan kerja yang telah lebih dulu menjadi rujukan pembangunan Zona Integritas, yakni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang.

Pertemuan yang digelar di aula MTsN 1 Pasuruan belum lama ini itu, dikemas sebagai kegiatan pengimbasan dan studi tiru. Seluruh koordinator area serta anggota Tim ZI tuan rumah hadir untuk menggali pengalaman teknis maupun strategi implementasi.

Baca Juga : Kota Batu Menuju Kota Bersinar: Wali Kota Nurochman dan Desa Bulukerto Kompak Borong Penghargaan BNN RI

MAN 2 Kota Malang selama ini dikenal sebagai salah satu referensi pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Agama. Karena itu, timnya kerap diminta berbagi praktik baik oleh madrasah lain. Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN 2 Kota Malang Dr Drs H Samsudin MPd hadir bersama Ketua Tim ZI Adi Siswanto.

1

Dalam pemaparannya, Samsudin menekankan bahwa Zona Integritas tidak boleh berhenti pada administrasi. Ia menjelaskan, keberhasilan justru ditentukan oleh keteladanan pimpinan, disiplin layanan, serta komitmen kolektif seluruh warga madrasah. Ketika integritas telah menjadi budaya kerja, peningkatan kualitas layanan dan kepercayaan publik akan mengikuti secara alami. “Zona Integritas harus menjadi budaya, bukan sekadar arsip,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Tim ZI. Ia memaparkan bahwa perubahan mindset dan culture set menjadi fondasi utama. Kelengkapan dokumen penting, tetapi inovasi layanan publik yang memberi dampak nyata bagi masyarakat jauh lebih menentukan. “Dokumen penting, tetapi perubahan mindset jauh lebih menentukan,” katanya.

Pendampingan kemudian masuk pada tahap teknis melalui bedah dokumen di setiap area pengungkit. Mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik dibahas secara detail. Tim pendamping memberikan catatan konkret untuk memperkuat bukti dukung dan menyempurnakan program. Mereka juga mendorong lahirnya program unggulan dengan identitas yang kuat dan mudah diingat agar manfaatnya benar-benar terasa.

Baca Juga : Buka Musorkablub KONI, Wabup Lathifah Harap Terpilih Pengurus yang Berkomitmen Majukan Olahraga Kabupaten Malang

Diskusi berlangsung terbuka. Tim ZI MTsN 1 Pasuruan menyampaikan berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi. Sesi ini sekaligus menjadi ruang evaluasi dan penguatan strategi ke depan. Kegiatan ditutup dengan komitmen tindak lanjut bersama.

MTsN 1 Pasuruan menyatakan kesiapan mempercepat pembenahan tata kelola menuju madrasah yang bersih, transparan, dan berorientasi layanan, sebagai bagian dari upaya meraih predikat WBK dan WBBM.